Diduga Palsukan Data Perceraian, ASN di Nganjuk Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Wahyu Dwi Kurniawan, warga Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, melaporkan mantan istrinya berinisial RC ke Mapolres Nganjuk atas dugaan pemalsuan data saat proses perceraian di Pengadilan Agama Nganjuk pada tahun 2025 lalu.

Wahyu yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu SMK swasta di Kertosono itu datang ke ruang SPKT Polres Nganjuk untuk membuat laporan resmi terhadap RC yang diketahui merupakan ASN PPPK bidang pendidikan dan mengajar di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Pace.

Menurut Wahyu, dalam dokumen putusan pengadilan terdapat sejumlah data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dirinya yang merupakan lulusan sarjana justru tertulis hanya lulusan sekolah dasar dan bekerja sebagai wiraswasta.

“Dalam putusan pengadilan, data saya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Saya yang lulusan sarjana justru ditulis hanya lulusan sekolah dasar dan bekerja sebagai wiraswasta,” ujar Wahyu.

Sementara itu, status RC yang saat ini merupakan ASN PPPK disebut hanya sebagai tenaga honorer dalam dokumen persidangan tersebut.

Wahyu menduga perubahan data itu dilakukan untuk mempercepat proses perceraian. Sebab, apabila status RC ditulis sebagai ASN, maka proses perceraian harus melalui sejumlah tahapan administrasi, mulai dari izin instansi tempat bertugas, BKSDM, hingga persetujuan kepala daerah.

Ia mengaku baru mengetahui dugaan pemalsuan data tersebut setelah menerima salinan putusan dari Pengadilan Agama Nganjuk.

Usai membuat laporan, Wahyu berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporannya dan memberikan keadilan atas peristiwa yang dialaminya.

Selain itu, Wahyu juga mengaku selama proses persidangan dirinya diminta untuk tidak hadir. Ia bahkan mengaku mendapat ancaman apabila tetap datang ke persidangan, maka mantan istrinya akan menuntut dirinya dan membawa kedua anak mereka.

“Harapan saya ada keadilan. Karena saat persidangan saya diminta tidak hadir dan diancam kalau datang akan dituntut berat serta kedua anak saya akan dibawa semua,” ujar Wahyu Dwi Kurniawan.

Berita Terkait

DPC APJI Nganjuk Berperan Aktif Dukung Progran PDP APJI Dalam Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf Subsektor Kuliner Yang Di Gelar Disbudpar Jatim
DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  
DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  
Gagal Menyalip, Panther VS Ayla Adu Banteng di Kertosono, Dua Orang alami Lukano Ayla di Kertosono
Audit dan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Bersama Dinas Perhubungan Kab. Nganjuk
Listrik Padam 6 Jam di Nganjuk, Peternak Koi Kelimpungan Khawatir Ratusan Ikan Mati
BARONGAN Sikapi Dugaan Kekerasan Siswa SMKN 1 Gondang, Minta Pemeriksaan Transparan
Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap, Satresnarkoba Polres Nganjuk Sita Hampir 11 Gram Sabu Siap Edar

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:49

DPC APJI Nganjuk Berperan Aktif Dukung Progran PDP APJI Dalam Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf Subsektor Kuliner Yang Di Gelar Disbudpar Jatim

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:11

DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:05

DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15

Audit dan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Bersama Dinas Perhubungan Kab. Nganjuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:52

Listrik Padam 6 Jam di Nganjuk, Peternak Koi Kelimpungan Khawatir Ratusan Ikan Mati

Berita Terbaru