Combine Harvester Bantuan Dinas Pertanian Diduga Dialihkan dari Pemanfaatan Semestinya

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.comKelompok Tani Suko Mulyo, Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, menerima bantuan satu unit combine harvester padi besar dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian pada 23 Juni 2025. Bantuan ini diberikan untuk meningkatkan efisiensi panen dan mendukung produktivitas petani di wilayah tersebut.

Namun, keberadaan alat itu dinilai kurang bermanfaat bagi para anggota kelompok. Ketua Kelompok Tani Suko Mulyo, Paryono, akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan combine di wilayah Kecamatan Sukomoro. “Combine itu tidak banyak terpakai di Wilangan, jadi sementara saya karyakan di Sukomoro agar tetap bisa bermanfaat,” ujar Paryono.

Selain itu, diketahui bahwa di rumah Paryono juga terdapat satu unit combine merek Maxx milik Kelompok Tani Dusun Wakung, Desa Sukoharjo, yang sudah lima tahun berada di tempatnya. Dalam keterangannya, Paryono menyebut combine bantuan terbaru itu masih dalam tahap perbaikan. “Combine yang dari Dinas Pertanian itu waktu datang kondisinya kurang bagus. Sekarang sedang diperbaiki di rumah Pak Mustakin,” jelasnya.

Untuk memastikan informasi tersebut, tim melakukan penelusuran ke Dusun Bulak Jeruk, Desa Blitaran, Kecamatan Sukomoro, tempat combine disebut sedang diperbaiki. Namun, alat itu tidak ditemukan di sana. Hasil investigasi menunjukkan bahwa combine telah dipindahkan dan dioperasikan oleh salah satu saudara Mustakin di wilayah Kecamatan Tanjunganom.

Mustakin membenarkan bahwa combine yang berada di tempatnya memang milik Kelompok Tani Suko Mulyo. Ia menyebut kondisi mesin memerlukan perawatan rutin. “Iya benar, combine itu memang milik Kelompok Tani Suko Mulyo. Mesinnya perlu perbaikan, jadi saya benahi sambil saya karyakan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan alasan combine tidak dioperasikan di Wilangan. “Medan di Wilangan itu naik turun, jadi combine tidak bisa jalan maksimal. Makanya sementara saya simpan di sini sambil diperbaiki,” tambah Mustakin. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar alat tetap bisa difungsikan dan tidak terbengkalai.

Kini muncul pertanyaan mengenai apakah alat bantuan pemerintah daerah boleh dipindahkan atau dioperasikan di luar kelompok penerima. (red)

Berita Terkait

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuncir, Diduga Tenggelam Karena Terseret Arus
Tanami Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalananan, Bentuk Kekecewaan Warga Dusun Mindi Akibat Jalan Tak Kunjung Diperbaiki
Detik-Detik Rumah Warga Kedungdowo Nganjuk Roboh Tergerus Aliran Sungai
Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Di Nganjuk Naik Hingga 40 Persen
Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089
Korupsi Kepala Daerah Kembali Terjadi, Kegagalan Sistem Pengawasan Internal Pemda
Nyawa Seorang Perempuan Terselamatkan, Petugas PT KAI Berhasil Gagalkan Aksi Bunuh Diri
Pemkab Nganjuk Pastikan PPPK 2022 Tak Akan Di-PHK, Kontrak Diperpanjang Jika Berkinerja Baik

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:37

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuncir, Diduga Tenggelam Karena Terseret Arus

Senin, 13 April 2026 - 14:01

Tanami Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalananan, Bentuk Kekecewaan Warga Dusun Mindi Akibat Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

Senin, 13 April 2026 - 08:17

Detik-Detik Rumah Warga Kedungdowo Nganjuk Roboh Tergerus Aliran Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 12:33

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Di Nganjuk Naik Hingga 40 Persen

Sabtu, 11 April 2026 - 12:01

Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089

Berita Terbaru