DPC PDI Perjuangan Nganjuk Menggelar Acara Doa Bersama dan Perenungan Peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) 1996

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Acara dilaksanakan di Kantor DPC, Sabtu (26/7//2024) malam diikuti para pengurus, badan-badan partai dan kader-kader muda dari organisasi sayap.

Ketua DPC, Tatit Heru Tjahyono dalam sambutannya menyampaikan, peristiwa Kudatuli 27 tahun silam menjadi pendidikan sejarah penting bagi keluarga besar PDI Perjuangan.

“Kader-kader muda, termasuk para Bakal caleg dan kita semua, harus selalu ingat dengan peristiwa ini. Kudatuli tak sekadar sejarah perjalanan demokrasi di PDI Perjuangan, juga dalam berbangsa dan bernegara,” kata Tatit.

Pria yang juga Ketua DPR Nganjuk ini mengajak seluruh kader untuk selalu mengingat, bahwa PDI Perjuangan bisa menjadi besar seperti saat ini karena ditempa berbagai situasi dan kondisi perpolitikan dari waktu ke waktu.

“Perjalanan PDI Perjuangan membuka ruang demokrasi di negeri ini, diiringi keringat, air mata bahkan nyawa dari kader maupun rakyat,” katanya.

Tatit juga mengungkapkan, almarhum ayahnya, Soesilo Muslim, salah satu dari sekian kader asal Nganjuk yang turut berjibaku mempertahankan kantor DPP PDI Pro Megawati yang direbut paksa dengan kekerasan oleh massa PDI Pro Suryadi, pada peristiwa Kudatuli.

“Semangat para senior partai, kiranya patut kita teladani dalam upaya mensejahterakan rakyat melalui PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Dengan mengenang dan meneladani sejarah perjuangan kader, lanjut dia, akan memiliki bekal kuat dalam perjuangan membersamai rakyat, dalam suka dan duka.

“Peringatan Kudatuli ini juga menjadi pelecut semangat kader PDIP di Nganjuk, untuk semakin solid bergerak dan militan dalam menghadapi PDI Perjuangan Ke Depan ” tandas Tatit Heru Tjahjono.

Untuk diketahui, peristiwa Kudatuli merupakan penyerangan terhadap kantor DPP PDI di Jakarta yang mengakibatkan perlawanan luas di berbagai daerah.

Serangan terhadap partai politik pimpinan Megawati Soekarnoputri tercatat sebagai tragedi kelam di masa Orde Baru.

Berita Terkait

Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa
Tiga Kasus Sabu Dibongkar Beruntun, Polres Nganjuk Amankan Lima Orang
Menuju Transisi 2027, Siapa 6 Pejabat Nganjuk yang Paling Berpeluang Jadi Sekda Baru?
Kapolres Nganjuk Serahkan Penghargaan kepada 38 Personel Berprestasi di Hari Kesaktian Pancasila
Terekam CCTV Pencurian Gabah Warga di Nganjuk
Pasokan Air Irigasi Menurun, Petani di Nganjuk Terancam Gagal Panen
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kang Marhaen Ajak Generasi Muda Teruskan Api Perjuangan
SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028 Segera Dibuka, 100 Persen Beasiswa

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:24

Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:22

Tiga Kasus Sabu Dibongkar Beruntun, Polres Nganjuk Amankan Lima Orang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:27

Menuju Transisi 2027, Siapa 6 Pejabat Nganjuk yang Paling Berpeluang Jadi Sekda Baru?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:05

Kapolres Nganjuk Serahkan Penghargaan kepada 38 Personel Berprestasi di Hari Kesaktian Pancasila

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:44

Pasokan Air Irigasi Menurun, Petani di Nganjuk Terancam Gagal Panen

Berita Terbaru