NGANJUK, KabarNganjuk.com – Tragedi tenggelamnya KMP Virgo 8 masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban asal Kabupaten Nganjuk. Salah satu keluarga korban, Sriwahyuni (35), warga Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, hingga kini masih menunggu kabar keberadaan suaminya yang menjadi salah satu korban dalam musibah tersebut.
Sebelumnya, korban bersama istri dan dua anaknya pulang dari Kalimantan ke Nganjuk. Setelah tiba di Nganjuk pada Kamis, 10 Agustus 2026, korban kemudian pamit kembali ke Kalimantan pada Sabtu dengan membawa mobil pick up yang mengangkut sayuran untuk diperdagangkan di Kalimantan.
Sebelum kapal berangkat meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak, korban sempat berpamitan kepada istrinya. Namun, setelah itu korban tidak lagi dapat dihubungi.
Sriwahyuni mengaku terus menanti kepastian mengenai keberadaan suaminya. Ia berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat segera menemukan suaminya bersama korban lainnya.
“Saya berharap suami saya segera ditemukan. Saya hanya ingin ada kepastian mengenai keberadaan dan kondisi suami saya,” ujar Sriwahyuni.
Selain berharap suaminya segera ditemukan, Sriwahyuni juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap masa depan kedua anaknya, khususnya dalam hal pendidikan.
Menurutnya, hilangnya sang suami membuat beban keluarga semakin berat. Kondisi tersebut membuat keberlanjutan pendidikan kedua anak menjadi salah satu kekhawatiran yang kini dipikirkannya.
“Kami berharap pemerintah juga bisa memperhatikan pendidikan anak-anak, karena setelah kejadian ini beban keluarga semakin berat,” ungkapnya.





