Sekolah Rakyat Di Nganjuk Kekurangan Siswa, Target 90 SD Baru Terisi 20 Pendaftar

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (31/8/2026). Pelaksanaan MPLS ini menandai dimulainya kegiatan pendidikan bagi siswa Sekolah Rakyat.

Namun, jumlah siswa yang saat ini mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat masih belum memenuhi target. Dari total 1.000 siswa yang ditargetkan, saat ini baru terdapat 200 siswa.

Jumlah tersebut terdiri dari 20 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SLTA. Dengan demikian, khusus jenjang SD, jumlah siswa yang terdaftar baru 20 dari target 90 siswa.

Kekurangan jumlah siswa tersebut akan dipenuhi secara bertahap melalui tim dari Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk. Proses penjangkauan calon siswa akan dilakukan secara berkala sesuai dengan sasaran program Sekolah Rakyat.

Meski pelaksanaan MPLS di Sekolah Rakyat sedikit terlambat dibandingkan sekolah umum, kondisi tersebut tidak memengaruhi proses belajar mengajar. Sekolah Rakyat tetap menjalankan pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum Merdeka.

Untuk menandai dimulainya MPLS, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melakukan pemukulan gong.

Marhaen mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan kepada siswa, tetapi juga membentuk kedisiplinan. Menurutnya, kekurangan jumlah siswa akan dipenuhi secara bertahap.

“Sekolah Rakyat akan mendidik siswa untuk disiplin,” ujar Marhaen.

(Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi)

Ia menambahkan, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat merupakan fasilitas yang dinilai elit. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Sosial, Adrianus Awak, menjelaskan bahwa sasaran utama Sekolah Rakyat adalah masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2.

Menurut Adrianus, apabila terdapat masyarakat lain di luar kategori tersebut, pemerintah akan melakukan penyesuaian. Hal ini karena Sekolah Rakyat bukan merupakan program yang membuka pendaftaran secara umum.

“Sekolah Rakyat bukan membuka pendaftaran, tetapi melakukan jangkauan,” jelas Adrianus.

Ia menjelaskan, proses penjangkauan dilakukan untuk memastikan masyarakat yang menjadi sasaran program dapat memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Berita Terkait

Diiming-imingi Uang Rp5 Ribu, Bocah 2,4 Tahun Diduga Dicabuli Tetangga di Loceret Nganjuk
Satu Jaringan Sabu dan Pil Dobel L Terbongkar, Tiga Orang Diamankan Polres Nganjuk
Korban Diduga Keracunan MBG di Nganjuk Capai 127 Siswa, Bupati Marhaen Jenguk Korban
Diduga Cabuli Muridnya Berulang Kali, Oknum Guru Asal Bandarkedungmulyo Jombang Dipolisikan
Peringati HUT ke-78 Polwan, Polres Nganjuk Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngluyu
Tindaklanjuti Laporan Warga, Satreskrim Polres Nganjuk Cek Dua Lokasi Diduga Sabung Ayam
Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Alami Mual Muntah Pascasantap MBG
Diduga Keracunan Menu MBG, 49 Siswa SMAN 3 Nganjuk Dilarikan ke Rumah Sakit

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:19

Diiming-imingi Uang Rp5 Ribu, Bocah 2,4 Tahun Diduga Dicabuli Tetangga di Loceret Nganjuk

Jumat, 4 September 2026 - 08:17

Satu Jaringan Sabu dan Pil Dobel L Terbongkar, Tiga Orang Diamankan Polres Nganjuk

Jumat, 4 September 2026 - 07:43

Korban Diduga Keracunan MBG di Nganjuk Capai 127 Siswa, Bupati Marhaen Jenguk Korban

Kamis, 3 September 2026 - 18:19

Diduga Cabuli Muridnya Berulang Kali, Oknum Guru Asal Bandarkedungmulyo Jombang Dipolisikan

Kamis, 3 September 2026 - 09:17

Tindaklanjuti Laporan Warga, Satreskrim Polres Nganjuk Cek Dua Lokasi Diduga Sabung Ayam

Berita Terbaru