Hari Pertama Masuk Asrama, Siswa Sekolah Rakyat Nganjuk Tak Kuasa Tahan Haru

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen berbeda bagi siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk. Selain mengenal lingkungan sekolah, para siswa juga mulai menjalani kehidupan di asrama untuk pertama kalinya.

Hari pertama masuk asrama membuat sejumlah siswa merasa terharu. Mereka harus berpisah sementara dengan keluarga, setelah sebelumnya terbiasa berkumpul bersama orang tua dan keluarga setiap hari.

Salah satunya dialami seorang siswi SD asal Sawahan. Siswi tersebut menangis setelah ditinggal pulang oleh ibunya. Pengasuh kemudian berusaha membujuk dan menenangkannya agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.

Hal serupa juga dirasakan Putria Velia. Siswa Sekolah Rakyat tersebut mengaku senang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat, tetapi juga merasa sedih karena harus berpisah dengan dua adiknya.

“Senang, tetapi juga sedih karena terpisah dari dua adik saya.”

Sebelumnya, Putria bersekolah di SMP Negeri 2 Nganjuk. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ia harus menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat sekaligus tinggal di asrama.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Nganjuk, Zuana Nurul Huda, mengatakan pelaksanaan program Sekolah Rakyat telah berjalan sesuai dengan SOP yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, seluruh siswa Sekolah Rakyat memang diwajibkan tinggal di asrama. Untuk mendampingi para siswa, setiap asrama telah memiliki pengasuh yang bertugas memberikan bimbingan selama siswa menjalani kehidupan di asrama.

(Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Nganjuk, Zuana Nurul Huda)

“Di Sekolah Rakyat, semua siswa masuk asrama. Di masing-masing asrama ada pengasuh untuk membimbing siswa.”

Di sisi lain, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat Kabupaten Nganjuk hingga kini masih terus dikebut. Pembangunan tersebut ditargetkan dapat rampung hingga pertengahan September 2026.

Berita Terkait

Diiming-imingi Uang Rp5 Ribu, Bocah 2,4 Tahun Diduga Dicabuli Tetangga di Loceret Nganjuk
Satu Jaringan Sabu dan Pil Dobel L Terbongkar, Tiga Orang Diamankan Polres Nganjuk
Korban Diduga Keracunan MBG di Nganjuk Capai 127 Siswa, Bupati Marhaen Jenguk Korban
Diduga Cabuli Muridnya Berulang Kali, Oknum Guru Asal Bandarkedungmulyo Jombang Dipolisikan
Peringati HUT ke-78 Polwan, Polres Nganjuk Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngluyu
Tindaklanjuti Laporan Warga, Satreskrim Polres Nganjuk Cek Dua Lokasi Diduga Sabung Ayam
Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Alami Mual Muntah Pascasantap MBG
Diduga Keracunan Menu MBG, 49 Siswa SMAN 3 Nganjuk Dilarikan ke Rumah Sakit

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:19

Diiming-imingi Uang Rp5 Ribu, Bocah 2,4 Tahun Diduga Dicabuli Tetangga di Loceret Nganjuk

Jumat, 4 September 2026 - 08:17

Satu Jaringan Sabu dan Pil Dobel L Terbongkar, Tiga Orang Diamankan Polres Nganjuk

Jumat, 4 September 2026 - 07:43

Korban Diduga Keracunan MBG di Nganjuk Capai 127 Siswa, Bupati Marhaen Jenguk Korban

Kamis, 3 September 2026 - 18:19

Diduga Cabuli Muridnya Berulang Kali, Oknum Guru Asal Bandarkedungmulyo Jombang Dipolisikan

Kamis, 3 September 2026 - 09:17

Tindaklanjuti Laporan Warga, Satreskrim Polres Nganjuk Cek Dua Lokasi Diduga Sabung Ayam

Berita Terbaru