Solidaritas Tanpa Batas: PSHT Peduli Bangun Rumah Baru untuk Keluarga Alm. Muhammad Qosirin

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com– Wujud empati dan solidaritas tinggi ditunjukkan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk Pusat Madiun melalui aksi kemanusiaan PSHT Peduli pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Dusun Congol, Desa Macanan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Rumah tersebut dibangun untuk keluarga almarhum Muhammad Qosirin, warga PSHT yang menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

Langkah nyata ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mendalam serta dukungan moral dan material kepada keluarga yang ditinggalkan pascamusibah tragis tersebut.

Pekerjaan fisik diawali dengan proses pemasangan boplank (pembatas lokasi bangunan) yang kemudian dilanjutkan dengan penggalian fondasi. Rumah almarhum dirancang dengan spesifikasi ukuran 6 x 6 meter (tipe 36) sesuai arahan dari Ketua Cabang.

Kang Mas Jabin selaku pelaksana kegiatan menjelaskan detail teknis serta latar belakang dari program kepedulian sosial ini.

“Ini adalah bedah rumah total dari nol untuk keluarga almarhum. Rumah lama dinilai sudah kurang layak huni, atas inisiatif dari Ketua Cabang PSHT Nganjuk Pusat Madiun, Kang Mas Drs. H. Gondo Hariyono, M.Si. Kami sangat bersyukur dan bangga melihat antusiasme saudara-saudara warga PSHT di sekitar lokasi pembangunan rumah almarhum Muhammad Qosirin yang begitu kompak. Semangat gotong royong warga Congol ini menjadi kunci utama agar pembangunan rumah ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar Kang Mas Jabin.

Selain aspek fisik pembangunan, Kang Mas Jabin menekankan bahwa program ini membawa pesan moral yang mendalam bagi seluruh warga PSHT dan masyarakat luas pascaperistiwa yang menimpa almarhum Muhammad Qosirin.

“Selain memberikan bantuan tempat tinggal yang layak, kegiatan ini kita harapkan menjadi refleksi dan pelajaran berharga bagi kita semua. Ke depannya, seluruh warga harus lebih berhati-hati, bersikap lebih arif, serta senantiasa menjaga nama baik PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun,” tegas Kang Mas Jabin.

“Harapan utama kami, kejadian tragis serupa tidak boleh terulang kembali di masa depan. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pembinaan Wawasan Kebangsaan Hari Kedua, Camat Loceret dan Pemkab Nganjuk Serap Aspirasi Warga
Tolak Narasi “Londo Ireng”, Elemen Masyarakat Nganjuk Turun Ke Jalan Tuntut Klarifikasi
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Boks Terguling ke Parit Menimpa Penjual Tempe Hingga Meninggal Dunia
Kakek 74 Tahun di Nganjuk Dianiaya Keponakan, Keluarga Minta Pendampingan Hukum
Simpan 11,14 Gram Sabu di Kamar Kos, Pria Asal Kediri Diciduk Satresnarkoba Polres Nganjuk
DPC PDIP Nganjuk Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Teguhkan Nilai Perjuangan dan Kebudayaan
DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama Peringati Kudatuli
Bupati Marhaen Sambut Ribuan Onthelis, Nganjuk Sukses Gelar KOSTI Triwulan Jawa Timur

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:02

Solidaritas Tanpa Batas: PSHT Peduli Bangun Rumah Baru untuk Keluarga Alm. Muhammad Qosirin

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22

Pembinaan Wawasan Kebangsaan Hari Kedua, Camat Loceret dan Pemkab Nganjuk Serap Aspirasi Warga

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:03

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Boks Terguling ke Parit Menimpa Penjual Tempe Hingga Meninggal Dunia

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:24

Kakek 74 Tahun di Nganjuk Dianiaya Keponakan, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:12

Simpan 11,14 Gram Sabu di Kamar Kos, Pria Asal Kediri Diciduk Satresnarkoba Polres Nganjuk

Berita Terbaru