Nganjuk, KabarNganjuk.com – Demi mengurai benang kusut kemacetan di wilayah perbatasan, tiga pemerintah daerah di Jawa Timur mengambil langkah besar. Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Jombang secara resmi telah menyerahkan draf usulan percepatan pembangunan Flyover (Jalan Layang) Simpang Lima Mengkreng kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa langkah bersama ini menjadi momentum krusial yang sudah sangat dinantikan oleh masyarakat luas.
“Kolaborasi tiga kabupaten ini adalah bukti komitmen kami bahwa ego sektoral harus disingkirkan demi hajat hidup orang banyak dan kelancaran ekonomi di gerbang barat Jawa Timur,” ujar Marhaen Djumadi, Kamis (28/5/2026).
Langkah kolaboratif ini menjadi respons cepat sekaligus konkret dari ketiga pemda untuk menyudahi problem macet parah yang terjadi bertahun-tahun. Saat ini, volume kendaraan harian yang melintasi kawasan tersebut dinilai sudah jauh melampaui kapasitas jalan yang tersedia.
“Simpang Lima Mengkreng ini ibarat jantung transportasi yang tersumbat. Tiap hari ribuan kendaraan terjebak di sana. Jika tidak ada lompatan infrastruktur seperti flyover ini, kelumpuhan logistik di perbatasan tinggal menunggu waktu,” lanjut Marhaen.
Sebagai jalur urat nadi, Simpang Lima Mengkreng punya peran yang sangat vital dalam menghubungkan aktivitas warga sekaligus jalur distribusi logistik utama di koridor Nganjuk, Kediri, dan Jombang. Karena posisinya berada di titik temu tiga wilayah, penanganan transportasinya menuntut sinergi lintas daerah agar kebijakan yang diambil bisa saling mendukung.
“Tantangan di Mengkreng itu kompleks. Ada pertemuan arus dari tiga kabupaten, perlintasan kereta api, ditambah aktivitas pasar dan pertokoan di kanan-kiri jalan. Satu-satunya jalan keluar yang paling rasional dan solutif memang memisahkan arus kendaraan lewat jalur layang,” tambahnya.
Selama ini, kondisi lalu lintas di Simpang Lima Mengkreng kerap dikeluhkan akibat kompleksitasnya yang tinggi. Titik jenuh kemacetan di kawasan ini biasanya mencapai puncak pada jam sibuk kerja, akhir pekan, hingga momen mudik Lebaran.
Pembangunan jalan layang modern ini digadang-gadang akan menjadi solusi jangka panjang yang paling efektif. Selain memperlancar arus kendaraan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah, infrastruktur ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Optimisme senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsih. Ia meyakini proyek ini akan membawa dampak luas (multiplier effect) bagi perekonomian makro.
“Dengan terurainya kemacetan, armada angkutan barang dapat menghemat waktu tempuh secara drastis. Efek domino positifnya, distribusi hasil industri ke berbagai daerah akan menjadi jauh lebih cepat, efektif, dan efisien,” terangnya.
Tidak hanya menguntungkan sektor industri skala besar, proyek jalan layang ini juga diproyeksikan mampu menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di kawasan perbatasan. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, jasa transportasi, hingga sektor pariwisata dipastikan akan mendapat angin segar berkat aksesibilitas yang jauh lebih lancar dan nyaman.