Patung Marsinah Yang Lama Digeletakkan Sembarangan, Tuai Kritik Serikat Buruh

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Pergantian patung Marsinah di Kabupaten Nganjuk menuai sorotan dari kalangan buruh. Patung lama yang sebelumnya menjadi simbol perjuangan pekerja kini digantikan dengan patung baru berbahan perunggu.

Permasalahan muncul setelah patung lama tersebut terlihat diletakkan begitu saja di samping bangunan koperasi desa tanpa penataan yang layak. Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap sosok Marsinah sebagai ikon perjuangan buruh.

Salah satu perwakilan serikat buruh yaitu ketua KSBSI, Kelik Widi Wahyuono menyayangkan perlakuan terhadap patung lama tersebut. Ia menilai, patung tersebut seharusnya tetap dirawat dan ditempatkan secara terhormat.

“Ini bukan sekadar patung, tapi simbol perjuangan buruh. Seharusnya diperlakukan dengan layak, bukan diletakkan begitu saja tanpa kejelasan,” ujarnya.

Kalangan buruh juga mempertanyakan kebijakan pergantian patung tanpa adanya penjelasan terkait nasib patung lama. Mereka meminta pemerintah daerah memberikan transparansi sekaligus solusi penataan yang lebih baik.

“Kami berharap ada penjelasan resmi dari pemerintah. Kalau memang diganti, patung lama tetap harus dihargai, bisa ditempatkan di lokasi yang lebih pantas atau dijadikan bagian dari sejarah,” tambahnya.

Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia, sehingga keberadaan patungnya memiliki nilai historis dan emosional bagi kalangan buruh.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan patung lama tersebut. Para buruh berharap pemerintah segera mengambil langkah agar simbol perjuangan itu tetap terjaga dan tidak kehilangan maknanya.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

Dispendukcapil Nganjuk Gelar Layanan Jemput Bola di Desa Kemaduh, 230 Warga Antusias Mengurus Dokumen Kependudukan
Kemarau Panjang Jadi Berkah, Petani Semangka di Nganjuk Raup Hasil Panen hingga 21 Ton per Hektare
Saiful Madi Pimpin KONI Nganjuk, Targetkan Tembus 20 Besar Porprov Jatim 2026
Puncak Hari Santri 2026 di Nganjuk Berlangsung Meriah, Peserta Berburu Hadiah Umrah
Tak Sekadar Rapat, Pemkab Nganjuk Dorong Eksekusi Nyata Pengentasan Kemiskinan
Kang Marhaen Paparkan Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak di Hadapan KemenPPPA
Operasi Patuh Semeru 2026, Sejumlah Pengendara Terkena Tilang di Jalan A Yani Nganjuk
Pelatihan Digital Career Preparation Hari Ketiga, Pemkab Nganjuk Dorong Pemuda Tembus Pasar Kerja Global

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:01

Dispendukcapil Nganjuk Gelar Layanan Jemput Bola di Desa Kemaduh, 230 Warga Antusias Mengurus Dokumen Kependudukan

Selasa, 3 November 2026 - 07:57

Kemarau Panjang Jadi Berkah, Petani Semangka di Nganjuk Raup Hasil Panen hingga 21 Ton per Hektare

Selasa, 3 November 2026 - 07:44

Saiful Madi Pimpin KONI Nganjuk, Targetkan Tembus 20 Besar Porprov Jatim 2026

Senin, 2 November 2026 - 08:41

Puncak Hari Santri 2026 di Nganjuk Berlangsung Meriah, Peserta Berburu Hadiah Umrah

Senin, 2 November 2026 - 08:09

Tak Sekadar Rapat, Pemkab Nganjuk Dorong Eksekusi Nyata Pengentasan Kemiskinan

Berita Terbaru