Banjir di Nganjuk Ancam Produktivitas Bawang Merah, Petani Alami Penurunan Hasil Panen

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Petani bawang merah di Desa Sumberjo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk mengeluhkan kualitas dan kuantitas hasil panen bawang merah yang menurun drastis pada musim panen kali ini. Penyebab utama masalah ini adalah curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai di sekitar wilayah tidak mampu menampung luapan air, sehingga mengakibatkan banjir dan menggenangi area persawahan warga.

Akibat genangan air yang cukup lama, bawang merah banyak yang busuk sebelum masa panen tiba. Kondisi tersebut memaksa sebagian petani untuk melakukan panen lebih awal agar kerugian tidak semakin besar. Dampak banjir membuat hasil panen bagi tanaman yang sempat terendam menjadi sangat beragam; tanaman yang lolos dari genangan menunjukkan hasil cukup baik, sementara yang tergenang terancam rugi besar.

Salah seorang petani bawang merah asal Desa Sumberjo, Hadi Suyanto, menjelaskan bahwa biasanya pada satu musim tanam ia dapat memanen sekitar 1,5 ton bawang merah dari lahan seluas ¼ bahu. Namun pada musim ini, hasilnya hanya sekitar 1 ton saja karena tanaman yang terendam air mengalami penurunan produktivitas.

Menurut Hadi, dari total 10 hektar tanaman bawang merah di satu dusun yang terendam banjir, kerugian per hektar diperkirakan mencapai Rp60 juta. Dengan perhitungan tersebut, total kerugian di satu dusun mencapai sekitar Rp600 juta. Lebih lanjut ia memaparkan, terdapat 5 dusun di wilayah Kecamatan Sukomoro yang terdampak banjir, sehingga kerugian keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar dalam satu musim tanam.

Hadi meminta pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai yang sudah dangkal, agar banjir tidak kembali terjadi dan mengancam produktivitas pertanian di masa mendatang. Ia juga menyatakan bahwa jika perlu seluruh petani ikut membantu pembiayaan normalisasi sungai secara gotong-royong, dirinya siap mengkoordinir petani di desanya dan berkoordinasi dengan petani bawang merah dari desa lain untuk turut serta.

Peristiwa banjir yang memaksa petani menanam bawang merah lebih cepat untuk menghindari kerugian tidak hanya terjadi di Nganjuk, tetapi juga pernah dilaporkan di wilayah sentra bawang merah lain seperti Brebes, dimana petani juga terpaksa panen dini akibat banjir dan kerugian yang ditimbulkan. (red)

Berita Terkait

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuncir, Diduga Tenggelam Karena Terseret Arus
Tanami Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalananan, Bentuk Kekecewaan Warga Dusun Mindi Akibat Jalan Tak Kunjung Diperbaiki
Detik-Detik Rumah Warga Kedungdowo Nganjuk Roboh Tergerus Aliran Sungai
Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Di Nganjuk Naik Hingga 40 Persen
Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089
Korupsi Kepala Daerah Kembali Terjadi, Kegagalan Sistem Pengawasan Internal Pemda
Nyawa Seorang Perempuan Terselamatkan, Petugas PT KAI Berhasil Gagalkan Aksi Bunuh Diri
Pemkab Nganjuk Pastikan PPPK 2022 Tak Akan Di-PHK, Kontrak Diperpanjang Jika Berkinerja Baik

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:37

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuncir, Diduga Tenggelam Karena Terseret Arus

Senin, 13 April 2026 - 14:01

Tanami Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalananan, Bentuk Kekecewaan Warga Dusun Mindi Akibat Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

Senin, 13 April 2026 - 08:17

Detik-Detik Rumah Warga Kedungdowo Nganjuk Roboh Tergerus Aliran Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 12:33

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Di Nganjuk Naik Hingga 40 Persen

Sabtu, 11 April 2026 - 12:01

Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089

Berita Terbaru