Disnaker Nganjuk Gelar Pelatihan Menjahit, Buka Peluang Kerja bagi Pencari Kerja

Selasa, 18 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyelenggarakan Pelatihan Menjahit Gelombang 1 selama 10 hari, mulai 18 hingga 27 Februari 2025. Pelatihan ini berlangsung di Kantor Disnaker Kabupaten Nganjuk.

Acara dibuka oleh Plt. Kepala Disnaker Nganjuk, Samsul Huda, didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Pelatihan, dan Transmigrasi, Ninuk Siwi, serta instruktur pelatihan dari LPK Modes Al Amin, Mulyono.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta agar dapat membuka usaha mandiri serta mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk yang masih tinggi. Sebanyak 20 peserta, yang merupakan pencari kerja di wilayah Nganjuk, mengikuti kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Samsul Huda menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan.

“Pelatihan menjahit ini merupakan salah satu solusi untuk membuka peluang kerja. Jika peserta belajar dengan tekun dan penuh semangat, insyaallah ilmu yang diberikan instruktur dapat bermanfaat,” ujarnya.

Pembukaan pelatihan juga ditandai dengan penyerahan simbolis tas dan seragam kepada peserta oleh Plt. Kepala Disnaker, Kabid Penempatan Tenaga Kerja, serta instruktur pelatihan.

Saat diwawancarai, Samsul Huda mengungkapkan bahwa program pelatihan ini ditujukan bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, baik yang menganggur maupun setengah menganggur.

Plt Dinas Tenaga Kerja, samsul Huda.

“Tahun ini, kami menyelenggarakan pelatihan menjahit. Sebelumnya ada pelatihan bengkel motor dan las. Ke depan, kami akan terus menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan pasar dan permintaan dari sektor usaha swasta,” katanya.

Sementara itu, instruktur menjahit dari LPK Modes Al Amin, Mulyono, menjelaskan bahwa peserta akan diajarkan berbagai keterampilan dasar hingga mahir dalam menjahit.

“Kami mulai dari perawatan mesin, cara mengukur dan memotong kain, hingga menjahit pakaian jadi. Harapan kami, peserta bisa bekerja di pabrik atau bahkan membuka usaha sendiri agar tidak bergantung pada perusahaan,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap pelatihan ini dapat menekan angka pengangguran secara signifikan. Selain itu, peserta yang telah mendapatkan keterampilan diharapkan dapat bekerja di sektor formal maupun informal, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk.

Berita Terkait

Pemkab Nganjuk Terapkan Parkir Nontunai QRIS, Simak Aturan dan Besaran Tarif Terbarunya
Jelang Boyong Kabupaten Nganjuk, Pusaka Kyai Tunggul Wulung dan Jurang Penatas Dijamas dan Dibedol
Sukses Pikat Menteri Pangan, Cetak Biru Pertanian Nganjuk, Kang Marhaen Kini Sasar Kolaborasi dengan TNI AL
Menilik Patok Pusat Nol Kilometer Nganjuk yang Luput dari Perhatian
Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Nganjuk ‘Upgrade’ Amunisi Regulasi
Diduga Karburator Bocor Usai Isi BBM, Motor Bermuatan Rosok Ludes Terbakar di SPBU Pace Nganjuk
Sidak Pengolahan Bulu Unggas di Sukomoro, Komisi 3 DPRD Nganjuk Temukan Limbah Dibuang Langsung ke Sungai
Bus Tayo Pengangkut Puluhan Anak TK Terperosok di Tanjakan Jembatan Kuncir Ngetos

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 08:36

Pemkab Nganjuk Terapkan Parkir Nontunai QRIS, Simak Aturan dan Besaran Tarif Terbarunya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:38

Jelang Boyong Kabupaten Nganjuk, Pusaka Kyai Tunggul Wulung dan Jurang Penatas Dijamas dan Dibedol

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:43

Sukses Pikat Menteri Pangan, Cetak Biru Pertanian Nganjuk, Kang Marhaen Kini Sasar Kolaborasi dengan TNI AL

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:38

Menilik Patok Pusat Nol Kilometer Nganjuk yang Luput dari Perhatian

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:33

Diduga Karburator Bocor Usai Isi BBM, Motor Bermuatan Rosok Ludes Terbakar di SPBU Pace Nganjuk

Berita Terbaru