Sopir Mengeluh, Tambang Menaikkan Harga Material Padas Signifikan Capai 50%

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com, Gonjang-ganjing konflik antara pengusaha tambang dan sopir truk di wilayah tambang Galian C mencapai puncaknya pada Kamis (30/01/2025). Aksi demonstrasi besar-besaran digelar oleh para sopir truk sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dinilai merugikan. Mereka menuntut keadilan setelah dilarang membeli material langsung dari tambang.
Ternyata tidak hanya berhenti disitu, para sopir juga harus menghadapi keadaan pahit dengan melonjaknya harga material yang semula Rp200.000 menjadi Rp300.000 per rit/truk.

Toyo, salah seorang sopir truk, mengungkapkan kekecewaannya. “Kalau harga segitu, kami tidak dapat ongkos dan tidak cukup untuk beli solar, bahkan konsumen juga gak ngangkat harga sebesar itu, intinya konsumen gak mampu membeli material dengan harga yang ditetapkan tambang saat ini” ujarnya.

Senada dengan Toyo, Andik, Nanang dan Kakek juga mengungkapkan hal yang sama. Dengan harga baru saat ini (Rp. 300.000) membuat dirinya kesulitan mencari konsumen.  Bahkan Nanang mengaku bahwa dirinya dapat pesanan material urug dari tetangganya dengan harga Rp. 450.000/satu rit,namun hari ini dirinya dikejutkan harga material yang naik menjadi Rp. 300.000. Sehingga sisa 150.000 hanya bisa dia gunakan untuk setoran truk dari armada Rp.100.000 dan sisanya belum mencukupi untuk membeli solar, itupun dia tidak mendapatkan upahnya sebagai sopir.

Para sopir truk berharap ada solusi segera dari pihak terkait, baik perusahaan tambang maupun pemerintah daerah. Mereka mendesak adanya mediasi antara kedua belah pihak untuk mencari jalan tengah yang adil.

Sementara itu, Agung Wiyono, Salah satu anggota Asosiasi Tambang menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa asosiasi menetapkan kenaikan harga sebesar 50% dan dirinya juga mengaku tidak ada undangan rapat yang membahas tentang hal itu.

Secara terpisah, via telp ketua komisi III DPRD Kab. Nganjuk Drs.H. Gondo Hariyono, M.Si, Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut diatas, menyampaikan bahwa, dirinya akan berkoordinasi dengan anggota komisi III lainnya apabila perlu akan melakukan sidak agar mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Konflik ini tidak hanya berdampak pada para sopir truk, tetapi juga pada investasi dan perekonomian lokal, karena dengan tingginya harga padas di kabupaten nganjuk tentunya berdampak pada pertimbangan para investor.

Berita Terkait

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuncir, Diduga Tenggelam Karena Terseret Arus
Tanami Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalananan, Bentuk Kekecewaan Warga Dusun Mindi Akibat Jalan Tak Kunjung Diperbaiki
Detik-Detik Rumah Warga Kedungdowo Nganjuk Roboh Tergerus Aliran Sungai
Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Di Nganjuk Naik Hingga 40 Persen
Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089
Korupsi Kepala Daerah Kembali Terjadi, Kegagalan Sistem Pengawasan Internal Pemda
Nyawa Seorang Perempuan Terselamatkan, Petugas PT KAI Berhasil Gagalkan Aksi Bunuh Diri
Pemkab Nganjuk Pastikan PPPK 2022 Tak Akan Di-PHK, Kontrak Diperpanjang Jika Berkinerja Baik

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:37

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuncir, Diduga Tenggelam Karena Terseret Arus

Senin, 13 April 2026 - 14:01

Tanami Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalananan, Bentuk Kekecewaan Warga Dusun Mindi Akibat Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

Senin, 13 April 2026 - 08:17

Detik-Detik Rumah Warga Kedungdowo Nganjuk Roboh Tergerus Aliran Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 12:33

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Di Nganjuk Naik Hingga 40 Persen

Sabtu, 11 April 2026 - 12:01

Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089

Berita Terbaru