Sasar Pemilih Perempuan, KPU Nganjuk Gelar Sosialisasi Pilgub dan Pilbup 2024

Sabtu, 12 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk menggelar Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024 di ruang rapat Hotel Front One, dengan peserta pemilih perempuan, pada Sabtu (12/10/24).

Turut hadir pada kesempatan itu Ibu-ibu Bhayangkari, Ibu-ibu Persit, Dharma Wanita, Ibu-ibu PKK, GMNI Perempuan (Syarinah), PC Muslimat NU, HMI, PD Aisyiyah Nganjuk, Kopri (PMII Putri), Kohati (HMI Putri), serta jurnalis perempuan.

Pada kesempatan tersebut, Arfhi Mustofa, Ketua KPU Kabupaten Nganjuk, menyampaikan bahwa tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah agar partisipasi pemilih perempuan pada Pemilu Serentak 2024 dapat meningkat. Oleh karena itu, setelah kegiatan sosialisasi ini, Arfhi menekankan agar organisasi perempuan yang diundang mampu mensosialisasikan apa yang didapat kepada masyarakat umum, khususnya kepada komunitas masing-masing.

Yusuf, salah satu komisioner KPU Kabupaten Nganjuk, menambahkan, “Perempuan itu hebat. Sampai ada Kartini yang memotivasi kaum perempuan dalam peranannya di kehidupan sehari-hari, dengan harapan perempuan menjadi salah satu pemeran penting dalam Pemilu Serentak 2024. Pertama, sebagai pemilih aktif dan berkontribusi dalam pemilihan. Kedua, perempuan diharapkan dapat mengajak keluarga, teman, saudara, atau tetangga untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu. Ketiga, perempuan diharapkan mampu mengenali dan memahami nama-nama calon Gubernur – calon Wakil Gubernur serta calon Bupati – calon Wakil Bupati pada Pemilu Serentak 2024.”

Memasuki acara inti, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Romza, memaparkan terkait stigma perempuan dan pemilu. Dalam penjelasannya, perempuan sering dianggap sebagai warga kelas dua dan minoritas dalam ruang politik. Hal ini menjadi salah satu penyebab posisi perempuan semakin kecil. Masyarakat juga masih menganggap tabu terhadap pemimpin perempuan, yang sering hanya dijadikan alat eksploitasi. Bahkan, suara perempuan di parlemen dinilai masih kurang efektif, ditambah lemahnya solidaritas gender, melengkapi pandangan sebelah mata terhadap perempuan terkait dengan dunia politik.

Berita Terkait

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan
Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam
Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka
Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Bir Tabrak Motor, Mobil, dan Dua Rumah di Loceret, Dua Orang Tewas
Lantik 103 Pejabat, Bupati Nganjuk Tekankan Kinerja dan Peningkatan Pelayanan Publik
Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:07

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:20

Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:42

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:11

Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:39

Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru