Dedikasi Kasio Dan Kawan-Kawan Pada Pamsimas Puhkerep

Selasa, 3 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Kasio, Wakil Ketua Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk saat didampingi Midi yang juga pengurus, menegaskan bahwa isu kewajiban iuran untuk perbaikan alat sibel Pamsimas di Desa Puhkerep, tidak benar. Bahkan dirinya mencari sumber berita/ orang yang menyebarkan isu tersebut, Selasa (3/9/24)

 

Awalnya, Pamsimas di Puhkerep didirikan dengan respon yang kurang antusias dari warga, sehingga hanya sedikit/ 125 warga yang mendaftar. Sehingga debit air yang dibutuhkan pun tidak banyak, karenanya pemerintah dalam hal ini PUPR membangun Pamsimas dengan sibel ukuran pvc dua Dim. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika sumber air lain mulai surut, semakin banyak warga yang memanfaatkan Pamsimas, mendorong pengembangan fasilitas seperti penambahan sibel, tandon, dan jaringan distribusi.

 

Pada 18 Agustus 2024, sibel mengalami kerusakan yang mengganggu distribusi air bersih. Perbaikan segera dilakukan, namun sibel yang baru terbakar di keesokan harinya, membuat distribusi air terhenti kembali.

Kasio, Wakil Ketua, Bersama Midi, Pengurus Pamsimas Puhkerep

Sementara itu, Midi menambahkan bahwa, Pemerintah Desa Puhkerep beserta pengurus Pamsimas telah berupaya mencari solusi dengan mendatangkan air bersih sembari menunggu perbaikan sibel. “Saat kami mendatangkan air bersih dari Damkar maupun BPBD (Badan Penanganan Bencana Daerah), baik Babinsa, Babinkamtibmas, semua elemen bergotong royong bahkan Teguh Ovi Andriyanto, Camat Rejoso pun ikut dan melakukan sidak kegiatan pembagian air bersih di desa kami, agar distribusi air bersih yang terbatas ini bisa merata, kami membagi di tujuh titik kran pengambilan air, karena itu saya sangat berharap kepada masyarakat Desa Puhkerep menjaga Pamsimas bersama-sama dengan cara pembayaran tepat waktu,” ungkap Midi.

 

Tarif Pamsimas di Desa Puhkerep adalah Rp1.000/kubik air, dengan biaya jasa Rp2.000/bulan, sehingga total biaya bulanan sekitar Rp10.000/orang. Setelah perbaikan kedua pada 31 Agustus 2024, sibel kembali berfungsi normal, dan warga dapat beraktivitas seperti biasa. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memantau kondisi ini demi memastikan pasokan air bersih tetap lancar.

Ratna, Warga Desa Puhkerep

Ratna, warga Desa Puhkerep, mengapresiasi upaya pemerintah desa, Ia mengatakan, “Beberapa hari air mati, Alhamdulillah ada upaya mendatangkan lima tangki air. Bagi saya, Pamsimas sangat murah, kalau dihitung hanya Rp1.000 per hari sudah cukup untuk kebutuhan air rumah.”, ucap Ratna.

Nganjuk – Kasio, Wakil Ketua Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk saat didampingi Midi yang juga pengurus, menegaskan bahwa isu kewajiban iuran untuk perbaikan alat sibel Pamsimas di Desa Puhkerep, tidak benar. Bahkan dirinya mencari sumber berita/ orang yang menyebarkan isu tersebut, Selasa (3/9/24)

Awalnya, Pamsimas di Puhkerep didirikan dengan respon yang kurang antusias dari warga, sehingga hanya sedikit/ 125 warga yang mendaftar. Sehingga debit air yang dibutuhkan pun tidak banyak, karenanya pemerintah dalam hal ini PUPR membangun Pamsimas dengan sibel ukuran pvc dua Dim. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika sumber air lain mulai surut, semakin banyak warga yang memanfaatkan Pamsimas, mendorong pengembangan fasilitas seperti penambahan sibel, tandon, dan jaringan distribusi.

Pada 18 Agustus 2024, sibel mengalami kerusakan yang mengganggu distribusi air bersih. Perbaikan segera dilakukan, namun sibel yang baru terbakar di keesokan harinya, membuat distribusi air terhenti kembali.

Sementara itu, Midi menambahkan bahwa, Pemerintah Desa Puhkerep beserta pengurus Pamsimas telah berupaya mencari solusi dengan mendatangkan air bersih sembari menunggu perbaikan sibel. “Saat kami mendatangkan air bersih dari Damkar maupun BPBD (Badan Penanganan Bencana Daerah), baik Babinsa, Babinkamtibmas, semua elemen bergotong royong bahkan Teguh Ovi Andriyanto, Camat Rejoso pun ikut dan melakukan sidak kegiatan pembagian air bersih di desa kami, agar distribusi air bersih yang terbatas ini bisa merata, kami membagi di tujuh titik kran pengambilan air, karena itu saya sangat berharap kepada masyarakat Desa Puhkerep menjaga Pamsimas bersama-sama dengan cara pembayaran tepat waktu,” ungkap Midi.

Tarif Pamsimas di Desa Puhkerep adalah Rp1.000/kubik air, dengan biaya jasa Rp2.000/bulan, sehingga total biaya bulanan sekitar Rp10.000/orang. Setelah perbaikan kedua pada 31 Agustus 2024, sibel kembali berfungsi normal, dan warga dapat beraktivitas seperti biasa. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memantau kondisi ini demi memastikan pasokan air bersih tetap lancar.

Ratna, warga Desa Puhkerep, mengapresiasi upaya pemerintah desa, Ia mengatakan, “Beberapa hari air mati, Alhamdulillah ada upaya mendatangkan lima tangki air. Bagi saya, Pamsimas sangat murah, kalau dihitung hanya Rp1.000 per hari sudah cukup untuk kebutuhan air rumah.”, ucap Ratna.

Berita Terkait

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan
Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam
Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka
Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Bir Tabrak Motor, Mobil, dan Dua Rumah di Loceret, Dua Orang Tewas
Lantik 103 Pejabat, Bupati Nganjuk Tekankan Kinerja dan Peningkatan Pelayanan Publik
Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:07

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:20

Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:42

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:11

Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:39

Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru