Bercita-cita Menjadi Polisi, Kisah Inspiratif Siswa Kelas 3 SD di Hari Pendidikan Nasional

Kamis, 2 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Hari Pendidikan Nasional merupakan momen penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Namun, di balik keironisan dunia pendidikan, terdapat cerita luar biasa dari Mohamad Ilun Zainul Huda, seorang siswa kelas 3 SDN Gejakan 2, Desa Gejakan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ilun, anak dari pasangan Mohammad Nur Huda dan Binti Astutik, dikenal sebagai siswa yang suka bergaul meski berasal dari keluarga kurang mampu. Ia memiliki semangat tinggi dalam mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang polisi.

“Uang hasil dari rosokan dibuat makan, biaya sekolah, dan untuk adik-adiknya. Sudah 3 tahun cari rosokan, mulai kelas 1 SD. Rasanya senang bisa bantu orang tua cari uang. Cita-cita saya pengen jadi polisi,” Ungkap Ilun.

Guru kelas Ilun, Dina Novitasari, mengungkapkan bahwa Ilun adalah siswa yang rajin, pandai bergaul, dan cekatan dalam menerima pelajaran dari guru-gurunya.

“Ilun anaknya rajin. Di sekolah juga mau bergaul dengan temannya, tidak menyendiri, dan suka bergaul. Setia kawannya tinggi, rajin belajar, dan ada kemauan belajar,” Jelas Dina Novitasari.

Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, setiap sepulang sekolah Ia membantu orang tuanya dengan memulung botol plastik dan kardus di sekitar Kota Nganjuk. Setiap harinya, Ilun dan orang tuanya berjalan sekitar 4 hingga 5 kilometer untuk mengumpulkan botol plastik di kantor pemerintahan dan toko swalayan, hingga menjelang waktu Magrib.

Pekerjaan ini Ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, karena ayahnya hanya bekerja serabutan.

Binti Astutik, ibu Ilun, menyampaikan bahwa setiap hari mereka harus mengais rezeki dengan mengumpulkan botol plastik bersama anaknya. Dari hasil memulung ini, mereka bisa mendapatkan uang sekitar 24 ribu hingga sekitar 30 ribu rupiah per hari.

“Untuk biaya sekolah, saya hanya bisa mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, seperti PKH dan PIP. Jika belum ada bantuannya, belum bisa bayar. Satu hari paling minim cari rosokan dapat 24 ribu sampai 30 ribu,” Ungkapnya.

Ilun Zainul Huda, dengan semangat dan dedikasinya, menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan tekadnya untuk meraih cita-citanya di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya.

 

(Tim)

Berita Terkait

Kang Marhaen Paparkan Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak di Hadapan KemenPPPA
Operasi Patuh Semeru 2026, Sejumlah Pengendara Terkena Tilang di Jalan A Yani Nganjuk
Pelatihan Digital Career Preparation Hari Ketiga, Pemkab Nganjuk Dorong Pemuda Tembus Pasar Kerja Global
Pemkab Nganjuk Rekonstruksi Jalan Pace–Gondang Sepanjang 495 Meter
Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Sabu, Barang Bukti Capai 15,65 Gram
Bupati Marhaen Buka Seminar Nasional KUHP Baru, Tekankan Penegakan Hukum Tegas dan Humanis
Peringati HUT APJI Ke 42 DPC Nganjuk Memperkuat Kelembagaan
Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, 150 Mahasiswa Nganjuk Ikuti Apel Kebangsaan di Polda Jatim

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:12

Kang Marhaen Paparkan Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak di Hadapan KemenPPPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:22

Operasi Patuh Semeru 2026, Sejumlah Pengendara Terkena Tilang di Jalan A Yani Nganjuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:18

Pelatihan Digital Career Preparation Hari Ketiga, Pemkab Nganjuk Dorong Pemuda Tembus Pasar Kerja Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:00

Pemkab Nganjuk Rekonstruksi Jalan Pace–Gondang Sepanjang 495 Meter

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:16

Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Sabu, Barang Bukti Capai 15,65 Gram

Berita Terbaru