Rektor dan Mahasiswa di Tanjungperak Gelar Deklarasi Selamatkan Pemilu 2024 Tolak Politisasi Kampus

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Perak, KabarNganjuk.com – Menjelang Pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2024 yang tinggal hitungan hari, semakin banyak pro dan kontra antara masing-masing kubu pendukung dari para Paslon kontestasi. Suhu politik kian memanas, dan perpecahan ditengah masyarakat pun semakin rawan terjadi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, para Rektor beberapa kampus akademisi di Tanjung perak mengambil sikap dan langkah tegas, agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan akademisi.

Para akademisi dari Lingkungan Kampus sekitar Tanjung Perak Surabaya. Antara lain, STAI Taswirul Afkar Surabaya, Institut Al Fitrah Surabaya dan STIBADA Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya menggelar Deklarasi Selamatkan Pemilu 2024 di Lingkungan Kampus.

Kegiatan yang diinisiasi oleh para Rektor Katiga kampus tersebut, digelar di Hotel Khas Jl. Benteng No.1 Nyamplungan Surabaya tersebut, selain dihadiri oleh Kalangan Mahasiswa dan Dosen juga dihadiri oleh para Rektor dari ketiga kampus.

Dalam sambutannya Dr H Rosidi Rektor Institut Al Fitrah Surabaya, mengajak para akademisi yang hadir untuk ikut aktif Selamatkan Demokrasi Pemilu 2024, terutama, di lingkungan Kampus. Menolak keras segala bentuk perilaku Black Champaign dan tidak mempercayai berita hoax yang dapat menciderai pesta demokrasi.

“Aktif menjaga situasi dan kondisi, menjaga atmosfer akademik yang sehat dalam bingkai kebebasan mimbar akademik yang bertanggung jawab dan dapat menerima perbedaan pilihan politik dalam suasana kekeluargaan serta bersepakat kampus bukan tempat berpolitik dan memecah belah, sebaiknya kampus menjaga kondusifitas dan memberikan edukasi kepada komponen bangsa sehingga tercipta Pemilu yang adil.” ujarnya.

Selain itu juga menyampaikan bahwa tugas Para Akademisi selayaknya untuk mereduksi hal – hal yang seharusnya tidak terjadi di masyarakat. Menjaga budaya ketimuran di Indonesia. Menciptakan dan menjaga pelaksanaan pemilu yang adil di Indonesia.

“Dalam keberlangsungan Pemerintahan ada 3 hal yang mendasar, Kekuatan Militer, Kekuatan Ekonomi dan terakhir Kepercayaan terhadap Pemimpin. Dimana Kepercayaan terhadap Pemimpin termasuk mempunyai peranan yang utama, sehingga penting moments pemilu agar memberikan hak suara nya, agar ada kepercayaan masyarakat terhadap Pemimpin.” terangnya.

Dan para Rektor juga menegaskan, agar para civitas akademika mempunyai peran aktif menjaga situasi dan kondisi termasuk ikut memperbaiki suasana perbincangan agar tidak mengarah ke hal-hal yang provokatif dan intimidatif.

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang
Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk
Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya
Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil
Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun
Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata
Warga Gampeng Ngluyu Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustasi Sakit Menahun
Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:24

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:50

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 15:59

Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54

Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 13:59

Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun

Berita Terbaru