Kepsek SMKN 1 Jombang Batalkan Pengambilan Seragam Siswa Baru

Minggu, 17 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang,KabarNganjuk.com- Kepala Sekolah SMKN 1 Jombang akhirnya membatalkan pengambilan seragam siswa baru (kelas X). Hal ini dikarenakan angin tak sedap sempat berhembus menerpa sekolah yang dipimpinnya baru-baru ini. Namun sekolah kejuruan yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo nomor 15, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, tetap tenang menyikapi suara sumbang akibat adanya mis komunikasi dan ketidakpahaman sebagian wali murid.

Kepada sejumlah insan pers, pihak SMKN 1 Jombang melalui Kepala Sekolah Drs. Siswo Rusianto mengaku tetap berpedoman pada penerbitan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur nomor 420/4849/101.1/2023 tertanggal 27 Juli 2023. SE tersebut, papar Siswo, berisi tentang moratorium penyediaan seragam siswa oleh koperasi sekolah. Meski SE tersebut terbit tanggal 27 Juli 2023, sebelum pelaksanaan MPLS sudah ada kegiatan pengukuran seragam sekolah oleh pihak konveksi yang ditunjuk pihak sekolah.

“Sebelum pelaksanaan MPLS sudah ada pengukuran seragam sekolah oleh konveksi,” jelas Siswo.

Namun demikian, imbuh Siswo, terdapat sejumlah siswa kelas X yang masih mengenakan seragam SMP-nya dan sudah tidak muat (sesak-red), namun menghendaki untuk mendapatkan seragam yang baru. Keluhan para siswa yang ingin mendapatkan seragam baru tersebut, ditindaklanjuti pihak SMKN 1 Jombang dengan mengadakan rapat internal bersama tim manajemen sekolah. Hasil dari rapat tersebut, kemudian diinformasikan kepada siswa yang memerlukan seragam agar menghubungi pihak konveksi.

“Khusus bagi siswa yang sudah terlanjur melakukan pengukuran sebelum MPLS dan sebelum terbitnya SE moratorium ya dipersilahkan menjahitkan pada pihak konveksi.

Karena dikhawatirkan muncul kegaduhan akibat adanya pro dan kontra, pihak Kepala Sekolah SMKN 1 Jombang mengambil langkah tegas, dengan menginstruksikan pembatalan pengambilan seragam ke konveksi melalui grup Whatsapp masing-masing wali kelas X.

Di sisi lain, lanjut Siswo, seluruh Wali kelas X juga bergerak cepat meneruskan informasi pembatalan pengadaan seragam tersebut kepada seluruh orang tua/wali murid melalui grup Whatsapp orang tua/wali murid masing-masing kelas.

“Alhamdulillah..semua sudah “clear” berjalan lancar seiring pembatalan pengadaan seragam lewat konveksi. Tidak ada campur tangan sedikit pun dari kami selaku Kepala Sekolah, Komite Sekolah, bahkan Koperasi Sekolah dalam hal pengadaan seragam tahun ajaran ini. Kami juga sudah melaporkan dan klarifikasi terkait hal ini kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kabupaten Jombang,” pungkas Siswo sembari tersenyum.

Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Ulil Mu’amar, S.Sos., Kasubag tata usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, mengaku sudah mendapatkan surat klarifikasi dari pihak Kepsek SMKN 1 Jombang pada tanggal 14 September lalu. Materi klarifikasi berisi tentang pembatalan pengadaan seragam. Sehingga dengan demikian, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi terkait pengadaan seragam klas X di SMKN 1 Jombang.

“Analoginya kan, ibarat orang mau ambil air minum, terus tidak jadi diminum. Sehingga tidak timbul peristiwa apapun. Dalam konteks ini, SMKN 1 Jombang sudah melakukan langkah bijak sehingga tidak menimbulkan kegaduhan,” jelas Ulil ramah.

Namun demikian, Ulil mengungkapkan, sesuai dengan kewenangannya, pihak Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Jombang akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tingkat kepatuhan masing-masing satuan pendidikan. Sebab, kata Ulil, selama diberlakukannya moratorium pengadaan seragam, koperasi sekolah tetap diperbolehkan beroperasi dan menyediakan berbagai kebutuhan lainnya. Kecuali pengadaan seragam,” tutup Ulil.
( red)

Berita Terkait

Tanam Padi Serentak Hadapi Kemarau, Nganjuk Bidik Target 105 Ribu Hektare
MPLS SMK PGRI 2 Nganjuk Kunjungan Industri, Sridadi Bakery Gandeng DPC APJI
Cinta Tak Direstui Anak Angkat Dan Kekasih Di Nganjuk Tega Bunuh Dan Kubur Korban Di Pekarangan Rumah
Kurang dari 10 Jam, Polres Nganjuk Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana, Dua Tersangka Dibekuk di Sidoarjo
Anak Angkat dan Pacar Ditetapkan Jadi Terduga Pelaku Pembunuhan di Ngronggot, Ditangkap Polisi di Sidoarjo
Barang Bukti Kasus Pembunuhan Ngronggot, Polisi dan DLH Bongkar Bak Sampah di Baron
Penemuan Jasad Pria Terkubur Di Pekarangan Rumah Di Nganjuk Diduga Korban Kejahatan
Police Goes To School Dibalik, Murid SDI Salsabila Sambangi Satlantas Nganjuk Belajar Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:25

Tanam Padi Serentak Hadapi Kemarau, Nganjuk Bidik Target 105 Ribu Hektare

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:15

MPLS SMK PGRI 2 Nganjuk Kunjungan Industri, Sridadi Bakery Gandeng DPC APJI

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:46

Cinta Tak Direstui Anak Angkat Dan Kekasih Di Nganjuk Tega Bunuh Dan Kubur Korban Di Pekarangan Rumah

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:19

Anak Angkat dan Pacar Ditetapkan Jadi Terduga Pelaku Pembunuhan di Ngronggot, Ditangkap Polisi di Sidoarjo

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:09

Barang Bukti Kasus Pembunuhan Ngronggot, Polisi dan DLH Bongkar Bak Sampah di Baron

Berita Terbaru