Gali Bangkai Sapi lalu Dimakan Ramai-Ramai, 3 Warga Tewas

Jumat, 7 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, KabarNganjuk.com – Kasus antraks di Gunungkidul, DIY, sangat membuat geram dan menghebohkan lantaran telah menewaskan 3 orang dan 87 lainnya dinyatakan positif mengidap antraks setelah menggali lagi bangkai sapi pengidap antraks yang telah dikubur lalu memakannya ramai-ramai. Kasus itu terjadi di Pedukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) DIY, Pembajun Setyaningastutie, menjelaskan pada tanggal 22 Mei 2023 satu korban meninggal tersebut ikut menyembelih dan mengonsumsi sapi yang sudah mati milik salah satu warga. Disusul dua korban meninggal setelahnya.

“Tanggal 29 (Mei) setelah mengonsumsi timbul gejala panas, pusing, dan batuk. Hari berikutnya timbul kayak mlenting itulah (bintik-bintik) sama pembengkakan pada kelenjar,” jelas Pembajun dalam jumpa pers.

Merebaknya virus antraks yang ditularkan dari sapi ke manusia ini membuat kekhawatiran masyarakat terlebih dengan adanya tiga orang warga yang meninggal dunia usai terpapar antraks.

“Satu yang perlu digarisbawahi, penyakit antraks itu tidak menular dari manusia ke manusia. Jadi nggak ada kemudian kena antraks terus bisa menularkan pada yang lain, tidak. Pasti dari hewan ke manusia.” imbuh Pembajun.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Sugeng Purwanto, mengatakan ada 6 sapi dan 6 kambing yang terindikasi positif antraks. Hewan ternak tersebut diidentifikasi mati karena antraks sejak pertengahan April 2023.

Penularan antraks bisa melalui berbagai cara antara lain, bersentuhan langsung dengan hewan yang menderita antraks saat menyembelih. Bisa juga melalui udara, yakni ketika spora virus antraks menempel di rumput lalu terhirup oleh manusia.

Memakan daging sapi maupun kambing yang positif virus antraks akibatnya bisa sangat fatal. Kurangnya edukasi kepada masyarakat di gunungkidul menjadi PR besar untuk dinas kesehatan DIY dan menjadi contoh bagi kita semua. Agar kedepannya, kejadian tragis seperti ini tidak terulang kembali.

Berita Terkait

Malam Suro, PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Sukses Gelar Pengesahan Warga Baru
DPC APJI Nganjuk Hadiri Pertemuan Rutin DPD APJI Jawa Timur, Perkuat Sinergi Antaranggota
Warga Mojoduwur Nganjuk Blokade Jalan, Tuntut Aktivitas Tambang Dihentikan
Polres Nganjuk Siagakan Ratusan Personel, SREG Diterapkan Antisipasi Kerawanan Malam 1 Suro 2026
Dua Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Prambon, Motor Korban Berhasil Diselamatkan
Jurnalisme Diakali Jasa ‘Hapus Berita’, Rumah Literasi Digital Bagikan Panduan Antisipasi
Nekat Jual Rokok Polos, Toko Kelontong di Loceret dan Berbek Digerebek Petugas Gabungan
Hadapi Warga Cuek Hingga Penolakan, Bupati Nganjuk Bekali Petugas Sensus ‘Jamu’ Kesabaran

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:39

Malam Suro, PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Sukses Gelar Pengesahan Warga Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:38

DPC APJI Nganjuk Hadiri Pertemuan Rutin DPD APJI Jawa Timur, Perkuat Sinergi Antaranggota

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20

Warga Mojoduwur Nganjuk Blokade Jalan, Tuntut Aktivitas Tambang Dihentikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:07

Polres Nganjuk Siagakan Ratusan Personel, SREG Diterapkan Antisipasi Kerawanan Malam 1 Suro 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:29

Jurnalisme Diakali Jasa ‘Hapus Berita’, Rumah Literasi Digital Bagikan Panduan Antisipasi

Berita Terbaru