Sakral Dan Meriah Kelurahan Sukomoro Gelar Nyadran

Sabtu, 1 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Desa/Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk gelar tradisi Nyadran (bersih desa). Hal tersebut nampak dalam perayaan nyadran mengarak tumpeng setinggi 2 meter mengelilingi Desa menuju Punden (makam kuno) sesepuh atau yang biasa disebut orang jawa (orang yang babat alas desa / kelurahan tersebut), Jumat (30/6/2023).

Turut hadir dalam acara tersebut Forpincam Sukomoro , Kepala Kelurahan Sukomoro ,Serta seluruh lembaga Kelurahan sukomoro ,serta tokoh masyarakat , tokoh agama serta masyarakat Sukomoro.

Tradisi nyadran diawali dengan berdoa di makam leluhur, sambutan Kepala Desa/Kelurahan, tausiah tokoh agama, tahlil dan diakhiri makan bersama. Suasana kebersamaan antar warga ini terlihat sekali saat warga makan bersama. Mereka duduk berjajar saling berhadapan membuat barisan memanjang.

Menurut Sri Atun selaku Kepala Desa menjelaskan bahwa tradisi nyadran atau bersih desa sebagai simbol kerukunan di  masyarakat desa setempat. “Tradisi nyadranan di Desa/Kelurahan sebagai simbol kerukunan, selain itu juga wujud syukur atas hasil bumi yang melimpah mayoritas kelurahan sukomoro ini adalah pertanian terutama bawang merah dan sayuran ,” ungkapnya.

” Pelaksanaan tradisi tersebut cukup khidmat. Ratusan warga tumpah ruah dalam kegiatan yang dipusatkan di punden desa setempat. Semua usia, baik tua muda, laki-laki dan perempuan berkumpul. “Sehari sebelum nyadran, warga sudah bergotong-royong membersihkan lahan di sekitar area punden untuk pelaksanaan acara ini,” bebernya.

Setiap keluarga yang datang membawa makanan (berkat dalam bahasa jawa nya) berupa nasi dan aneka jajanan. Selain itu mereka membawa makanan berupa lauk pauk serta ayam panggang.

Selain makanan, warga ada yang membawa bunga untuk keperluan nyekar dan uang sedekah yang dikumpulkan untuk menyiapkan ubo rampe dan biaya pemeliharaan punden seikhlasnya “ Masakan khasnya adalah setiap orang membawa ayam panggang satu ekor utuh,” jelasnya.

Sri Atun menambahkan, Nyadran ini selain efektif sebagai media silaturahmi, juga ada keyakinan yang mendasari warga desa ini yang tetap setia melestarikan tradisi ini. Antara lain adanya keyakinan tidak akan mendapatkan berkah hidup, baik warga yang berprofesi sebagai petani atau pekerjaan lainnya pada umumnya selama satu tahun mendatang, jika tidak datang dalam acara nyadran bagi yang mempercayainya .

Menurut Sri Atun, tradisi ini bisa menjadi salah satu modal Desa/Kelurahan Sukomoro untuk menjadi desa wisata berbasis eko wisata dan budaya , ” pungkasnya.

Berita Terkait

PriaTertemper KA Kahuripan di Sukomoro Nganjuk, Perjalanan Kereta Sempat Tertahan
Polsek Nganjuk Kota Undang Tokoh dan Elemen Masyarakat untuk Koordinasi serta Silaturahmi
Sambut HUT RI ke-81, DPC APJI Nganjuk Gelar Pertemuan Rutin dan Sosialisasi Rekanan Usaha
Semarak HUT RI ke-81, DWP Sukomoro Gandeng Ketua DPC APJI Nganjuk Gelar Lomba Tumpeng Mini
Kapolres Nganjuk Ajak Mahasiswa Jaga Kondusifitas dan Utamakan Musyawarah
Polres Nganjuk Ungkap Pencurian Jagung Berulang, Empat Terduga Pelaku Diamankan
Pererat Sinergitas, Kapolres Nganjuk Gandeng GP Ansor Redam Konflik Antarperguruan Silat
Bakar Sampah Ditinggal, Dapur dan Dua Kamar Rumah Warga Ploso Nganjuk Terbakar

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:09

PriaTertemper KA Kahuripan di Sukomoro Nganjuk, Perjalanan Kereta Sempat Tertahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:33

Polsek Nganjuk Kota Undang Tokoh dan Elemen Masyarakat untuk Koordinasi serta Silaturahmi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:07

Sambut HUT RI ke-81, DPC APJI Nganjuk Gelar Pertemuan Rutin dan Sosialisasi Rekanan Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:28

Kapolres Nganjuk Ajak Mahasiswa Jaga Kondusifitas dan Utamakan Musyawarah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:07

Polres Nganjuk Ungkap Pencurian Jagung Berulang, Empat Terduga Pelaku Diamankan

Berita Terbaru