Resep Turun Temurun Jadikan Dumbleg sebagai Jajanan Khas Gondang

Selasa, 25 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gondang, KabarNganjuk.com- Indonesia dengan segala keragamannya tak hanya di bidang seni maupun adat istiadat tapi juga kulinernya. Tak hanya makanan berat yang menjadi ciri khas daerah-daerah di Indonesia tapi juga jajanan khasnya.

Salah satunya Dumbleg, jajanan khas yang terbungkus pelepah pinang ini menjadi ciri khas kuliner di Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Dumbleg terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula merah, gula putih yang di bungkus pelepah pinang.

Dumbleg jajanan yang memiliki tekstur padat dan cita rasa gurih dan manis merupakan salah satu makanan lokal warisan. Pembuatannya menggunakan resep turun temurun dan kebanyakan hanya di produksi di daerah Gondang, begitupun pemasarannya.

Rusmi Ningsih, salah satu pengusaha dumbleg yang terus melestarikan jajanan ini mengatakan bahwa dumbleg saat ini sangat jarang ditemui, bahkan di Kecamatan Gondang sendiripun. Dari sekian banyak yang memproduksi dumbleg, untuk saat ini hanya tersisa tiga produsen saja di Dusun Ngemplak Desa Gondang Kulon Kecamatan Gondang salah satunya Rusmi Ningsih.

Rus mengatakan bahwa usaha dumbleg ini dimulai sejak puluhan tahun yang lalu. “Usaha dumbleg ini berdiri sejak tahun zaman Nipon dengan resep turun temurun dari nenek moyang” ucap Rus saat ditemui media pada Selasa (25/10/2022).

“Tekstur dumbleg hampir sama dengan jenang, yang membuat spesial dan berbeda adalah bungkusnya yang terbuat dari pelepah pinang bernama upit.”

ia juga mengatakan alur perlakuan pada upit sebelum digunakan sebagai pembungkus dumbleg. “Pelepah pinang direndam, dipotong, direndam lagi, baru dijahit. Sebelum digunakan sebagai pengemas, pelepah pinang kembali di dicuci” ucapnya.

Sedangkan proses pembuatan dumbleg sendiri dimulai dari Tepung beras diuleni, diberi santan mendidih, gula merah mendidih, garam secukupnya kemudian dimasukkan ke dalam upit lalu dikukus selama 2 jam.

Rus juga menjelaskan bahwa Dumbleg baru dipasarkan disekitar Gondang “Pemasaran baru di pasar Pon Gondang dan pasar Kliwon Rejoso. Temasuk pesanan hantaran lamaran dengan perbiji dipatok Rp. 10.000,- hingga Rp. 17.000,-“

Dirinya juga menjelaskan bahwa dumbleg hanya bisa bertahan dua hari karena dumbleg merupakan makanan basah. Untuk varian ada 3 yaitu coklat dengan rasa manis, putih dengan rasa gurih dan hijau juga dengan rasa gurih.

Meski hanya dipasarkan disekitar Gondang, Dumbleg juga sering dipesan masyarakat luar Nganjuk seperti Surabaya, Jakarta dan Batam.

(Tim)

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang
Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk
Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya
Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil
Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun
Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata
Warga Gampeng Ngluyu Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustasi Sakit Menahun
Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:24

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:50

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 15:59

Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54

Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 13:59

Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun

Berita Terbaru