Sebagai Penghormatan Terakhir, Ratusan Kader PDI Perjuangan & Masyarakat Iringi Kepergian Mbah Moeslim

Sabtu, 8 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ida Bagus Nugroho (paling kanan).

Ida Bagus Nugroho (paling kanan).

Bagor, KabarNganjuk.com- Kepergian Soesilo Moeslim atau yang akrab disapa Mbah Moeslim menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan, Sebagi penghormatan terakhir ratusan kader dan masyarakat umum turut mengiringi keperistirahatan yang terakhir.

Mbah Moeslim merupakan Tokoh Sesepuh PDI Perjuangan dan Selaku pelaku sejarah PDI Perjuangan pada Tragedi Berdarah pada waktu mempertahankan Kantor DPP jalan Diponegoro 58 yang lebih dikenal Peristiwa Kudatuli. Mbah Moeslim yang lahir di Nganjuk dengan usia 98, wafat pada Kamis malam (6/10/2022).

Mbah Moeslim juga merupakan ayahanda dari Ketua DPC PDI Perjuangan DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono S.Sos. Karena itu, Tatit yang juga Ketua DPC PDIP Nganjuk itu adalah orang yang paling berduka dan merasa kehilangan.

Jenazah Mbah Muslim dimakamkan di TPU Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk pada Jumat pagi (7/10/2022). Tatit mengikuti langsung detik-detik pemakaman ayahanda tercinta didampingi keluarga dan kolega.

Di balik kedukaannya Tatit menyimpan harapan, agar nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan Mbah Muslim semasa hidup mampu diteladani dan dilestarikan oleh generasi penerus, termasuk dirinya sendiri.

Diketahui, Mbah Soesilo Muslim menorehkan nama harum dalam sejarah berdirinya partai banteng moncong putih di level nasional.

Tak lain karena Mbah Muslim pernah menjadi Satgas Pengamanan Nasional di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat, saat peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) 27 Juli 1996 silam.

Turut hadir dalam pemakaman Mbah Moeslim, Anggota DPRD Jatim Ida Bagus Nugroho, jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Nganjuk, Forkopimda Nganjuk, para tokoh lintas elemen dan ratusan masyarakat umum.

Anggota DPRD Jatim Ida Bagus Nugroho mengatakan, kiprah dan sepak terjang Mbah Soesilo Muslim semasa hidup meninggalkan teladan berharga untuk generasi muda. Tidak hanya generasi muda di PDIP, tetapi seluruh generasi muda pada umumnya.

“Banyak sekali teladan yang ditinggalkan beliau. Mulai kegigihan, pengorban dan perjuangan totalnya di masa muda, ketika peristiwa Kudatuli 1996, sampai di usia senjanya beliau masih semangat dan aktif brrkontribusi, baik di dunia politik maupun sosial,” tuturnya.

Ia dan seluruh generasi muda di Nganjuk merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan dan jujugan.”Insya Allah segala amal kebaikan dan ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, aamin,” pungkas Bagus.(red/nur)

Berita Terkait

Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno
Sertifikat Tak Kunjung Jadi, Ibu Suwartini Datangi Kantor Redaksi, Ungkapkan Kekecewaan
Kolaborasi Ormas Sangprabu dan Koramil 0810/08 Baron Bagikan Takjil Ramadhan
Rapat Paripurna Pemda Nganjuk, Bahas Rencana Kerja dan Raperda
Ini Dua Misi Besar Yang Dibawa Mensos Saat Kunjungan Kerja Ke Nganjuk
Audiensi dan Buka Puasa Bersama Kapolres Nganjuk dengan BEM, Perkuat Komunikasi
Ketika Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan Dipertanyakan
Uji Kompetensi Wartawan Oleh LSP Pers Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:49

Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:41

Sertifikat Tak Kunjung Jadi, Ibu Suwartini Datangi Kantor Redaksi, Ungkapkan Kekecewaan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:11

Kolaborasi Ormas Sangprabu dan Koramil 0810/08 Baron Bagikan Takjil Ramadhan

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:46

Rapat Paripurna Pemda Nganjuk, Bahas Rencana Kerja dan Raperda

Senin, 2 Maret 2026 - 08:33

Ini Dua Misi Besar Yang Dibawa Mensos Saat Kunjungan Kerja Ke Nganjuk

Berita Terbaru