Sejumlah Petani Jatim Tuntut Permentan No. 10 Tahun 2022 Dicabut

Sabtu, 20 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com- Beberapa petani dari Jawa Timur datangi Kantor Kementrian Pertanian guna minta pertanggung jawaban Mentari Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan, tidak ada pupuk gunakan terasi dicampur air dan berdoalah, pernyataan ini dianggap melecehkan petani.

H. Jumantoro bersama empat orang lainnya datangi Kantor Kementrian dengan membawa hasil pertanian, mereka menyerukan agar Permentan No. 10 tahun 2022 dicabut, karena hal itu menyengsarakan petani.”Seakan petani ini disuruh mati pelan – pelan, segala sesuatunya dibatasi, subsidi pupuk dihapus, terlebih lagi subsidi Za dan SP36 yang sangat dibutuhkan petani” ungkap Jumantoro

Ditambahkan olehnya, ada sekitar 16 juta petani yang sangat membutuhkan pupuk, bukan malah didukung dan difasilitasi dalam produksi, namun justru sarana produksi (saprodi) makin dibatasi dengan kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat.

Kami berharap perlakuan pemerintah terhadap petani, disamakan dengan subsidi BBM, petani yang hanya butuh 60 trilyun saja dipangkas tinggal 22 trilyun.

“Bagaimana kita bisa bicara ketahanan pangan, kami diminta meningkatkan produksi, sedangkan saprodi dibatasi, sama halnya kita ini dibunuh pelan – pelan, sungguh ironis negeri ini, petani menangis dinegeri agraris” Pungkasnya

Sementara itu di tempat terpisah Hadi Siswanto ketua Asosiasi Distributor Pupuk Subsidi Kabupaten Nganjuk mengatakan bahwa, kemandirian petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional harus di apresiasi oleh pemerintah. Salah satunya adalah melalui tata niaga pupuk dan jaminan harga saat panen. Karena dengan berlakunya Permentan No. 10 tahun 2022 berdampak pada tingginya biaya produksi di tingkat petani yang tidak dibarengi dengan kenaikan harga komoditi petani saat panen. (Red)

Berita Terkait

Angkat Pesona Desa Warisan Nusantara, Night Carnival Cubung Solid Nganjuk Berlangsung Spektakuler
Bawakan Tema Kedaulatan Pangan, CV SEMI Group Tampil All Out di Night Carnival Kecubung Solid 2026
DPC PDI Perjuangan Nganjuk Gelar Baksos Salurkan 100 Ribu Liter Air Bersih
Menakar Kriteria Sekda Nganjuk Ideal: Bebas Oligarki dan Piawai Mengorkestrasi Birokrasi
Penghentian Pabrik Pakan di Nganjuk Dipertanyakan, DLH Diminta Buka Hasil Verifikasi
Bantah Jadi Pelapor Pabrik Pakan Ternak di Nganjuk, Salah Satu Perangkat Desa Minta Identitas Pelapor Dibuka
Mengaku Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, Coba Tipu Pengusaha
Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Wilis, 400 Personel Diterjunkan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:48

Angkat Pesona Desa Warisan Nusantara, Night Carnival Cubung Solid Nganjuk Berlangsung Spektakuler

Senin, 21 September 2026 - 17:34

Bawakan Tema Kedaulatan Pangan, CV SEMI Group Tampil All Out di Night Carnival Kecubung Solid 2026

Senin, 21 September 2026 - 16:43

DPC PDI Perjuangan Nganjuk Gelar Baksos Salurkan 100 Ribu Liter Air Bersih

Senin, 21 September 2026 - 14:54

Menakar Kriteria Sekda Nganjuk Ideal: Bebas Oligarki dan Piawai Mengorkestrasi Birokrasi

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14

Penghentian Pabrik Pakan di Nganjuk Dipertanyakan, DLH Diminta Buka Hasil Verifikasi

Berita Terbaru