Tag: #kabar Nganjuk

  • BEM PTNU Jatim Silaturahmi dengan Kapolres Nganjuk, Bahas Sikap Bijak Hadapi Situasi Terkini

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., menerima kunjungan silaturahmi dari Korwil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PTNU Jawa Timur Sefty Hasan Khusaini, di ruang kerja Kapolres Nganjuk, Rabu (3/9/2025).

    Pertemuan tersebut membahas langkah mahasiswa dalam menyikapi perkembangan situasi nasional dengan cara yang damai dan bermartabat.

    Dalam dialog itu, BEM PTNU Jatim menyampaikan komitmennya untuk tidak turun ke jalan dalam menyuarakan aspirasi, melainkan lebih memilih mengedepankan kegiatan solidaritas seperti sholat ghaib, tahlil, doa bersama, serta audiensi yang dinilai lebih tepat dan relevan.

    “Kami sangat mengapresiasi langkah BEM PTNU Jatim yang mampu menyikapi situasi dengan cara yang bijak dan cerdas. Sikap ini tidak hanya menunjukkan kedewasaan mahasiswa, tetapi juga membantu menjaga stabilitas keamanan di wilayah Nganjuk. Kami berharap pola komunikasi seperti ini terus terjalin agar setiap aspirasi dapat disalurkan dengan cara yang baik tanpa menimbulkan potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres.

    Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang menegaskan peran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas. Kegiatan silaturahmi yang berlangsung penuh keakraban itu diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam menjaga situasi Kabupaten Nganjuk tetap aman dan kondusif. (acha)

  • Polres Nganjuk Lanjutkan Gerakan Pangan Murah, 100 Paket Beras Terserap Masyarakat

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Polres Nganjuk kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolres pada Rabu (3/9/2025). Sebanyak 100 paket beras SPHP ukuran 5 kilogram berhasil terjual kepada warga sekitar, termasuk pengemudi ojek, pedagang asongan, hingga tukang becak.

    Kegiatan ini merupakan sinergi Polres Nganjuk dengan Bulog sebagai upaya menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih murah dibanding pasaran.

    Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa GPM merupakan wujud kepedulian Polri dalam meringankan beban ekonomi masyarakat.

    “Melalui program ini, kami ingin memastikan kebutuhan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. Polres Nganjuk berkomitmen hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Kapolres.

    Kasat Binmas Polres Nganjuk, AKP Syukur Efendi, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan memastikan kegiatan ini berkesinambungan.

    “Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terlihat dari paket beras yang cepat terserap. Kami akan terus melanjutkan program ini agar semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya,” ucap Kasat Binmas.

    Kegiatan distribusi pangan murah tersebut berlangsung aman, tertib, dan mendapat respon positif dari masyarakat yang hadir.(acha)

  • Khitanan Massal Warnai HUT RI ke-80 di Nganjuk, Ratusan Anak Ikuti dengan Antusias

    Khitanan Massal Warnai HUT RI ke-80 di Nganjuk, Ratusan Anak Ikuti dengan Antusias

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar khitanan massal di Pendopo Kabupaten Nganjuk yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh kecamatan. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri langsung Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., bersama jajaran Forkopimda, Kamis (28/8/2025).

    Khitanan massal ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan dukungan kesehatan anak.

    Kehadiran Kapolres juga sekaligus untuk memastikan keberadaan anggotanya yang melakukan pengamanan berjalan lancar sehingga masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.

    Bupati Nganjuk Dr. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat tema HUT RI ke-80.

    “Tema HUT RI ke-80 tahun ini ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ kita wujudkan dengan kegiatan bermanfaat, salah satunya khitanan massal. Semoga bisa membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan dukungannya terhadap kegiatan sosial tersebut.

    “Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Nganjuk yang menggelar khitanan massal. Selain memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, sesuai semangat tema ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’,” ungkap Kapolres.

    Kegiatan khitanan massal ini mendapat sambutan positif dari para orang tua peserta. Mereka merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis yang disediakan.

    Selain itu, acara juga dikemas dengan nuansa kebersamaan, di mana peserta mendapat bingkisan serta doa bersama agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan kuat.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, peringatan HUT RI tidak hanya sebatas seremoni, namun juga menjadi sarana nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(acha)

  • Rawat Budaya Mataraman 2025, Pemkab Nganjuk dan Kementerian Kebudayaan Kukuhkan Komitmen Lestarikan Tradisi

    Nganjuk, KabarNganjuk.com– Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI menggelar kegiatan Rawat Budaya Mataraman pada 22–23 Agustus 2025 di GOR Bung Karno Nganjuk. Acara ini turut dihadiri Bupati Nganjuk Kang Marhaen bersama istri, Wakil Bupati Mas Handy beserta istri, serta Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Restu Gunawan.

    Dalam sambutannya, Bupati Kang Marhaen menekankan pentingnya merawat budaya lokal yang masih terjaga hingga kini. Ia mencontohkan sejumlah tradisi masyarakat Nganjuk seperti nyadran dan sedekah bumi yang tetap dilaksanakan secara turun-temurun. “Tradisi yang masih hidup ini adalah bukti nyata bahwa kebudayaan harus terus dijaga dan diwariskan,” ucapnya.

    Rangkaian kegiatan Rawat Budaya Mataraman berlangsung meriah dengan beragam agenda, mulai dari diskusi cagar budaya, pameran UMKM dan kesenian, pertunjukan jaranan, musik tradisional, hingga pagelaran wayang kulit Ki Purbo Asmoro. Kehadiran pejabat daerah maupun pusat semakin meneguhkan komitmen bersama untuk melestarikan warisan budaya Mataraman bagi generasi mendatang.

    Dengan terselenggaranya Rawat Budaya Mataraman 2025 ini, diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat Nganjuk terhadap tradisi leluhur yang diwariskan.

  • Sebanyak 265 Rumah Tak Layak Huni Dibedah Pemkab, Ini Harapan Bupati Marhaen

    Nganjuk, KabarNganjuk.com — Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu yang digelar di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk. Program ini menyasar ratusan rumah tidak layak huni di berbagai kecamatan.

    Di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, salah satu penerima manfaat adalah rumah milik Yani. Kehadiran program ini membawa harapan baru bagi Yani dan keluarganya untuk mendapatkan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama istri, Kepala Dinas Perkim Mashudi Nurul Huda, S.STP, MM., Camat Ngronggot Muhammad Makrup, S.Sos., serta perangkat desa setempat.

    Mashudi Nurul Huda menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Nganjuk telah membedah sekitar 265 unit rumah tidak layak huni di berbagai kecamatan dengan total anggaran mencapai hampir Rp 6 miliar. “Sementara untuk tahun 2026, kami saat ini masih melakukan proses assessment berdasarkan data usulan yang telah masuk,” ungkapnya.

    Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam pelaksanaan program ini. Menurutnya, proyek bedah rumah bukan hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga menjadi upaya nyata mengurangi angka kemiskinan di kabupaten tersebut.

    Program bedah rumah ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak warga di Kabupaten Nganjuk yang dapat merasakan manfaat dari hunian yang layak, aman, dan sehat.(Lifa)

  • Tumbuhkan Semangat Nasionalisme, Satlantas Polres Nganjuk Bagikan Bendera Merah Putih

    Nganjuk, KabarNganjuk.com– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Satuan Lalu Lintas Polres Nganjuk menggelar aksi simpatik dengan membagikan bendera Merah Putih dan bunga kepada para pengguna jalan. Kegiatan ini berlangsung di depan Pos Polisi Pujahito, Kota Nganjuk, dan mendapat antusiasme dari pengendara yang melintas.

    Tidak hanya membagikan, petugas juga langsung memasangkan bendera kecil di spion kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus. Langkah ini menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air.

    KBO Satlantas Polres Nganjuk, IPDA Warji, menyampaikan bahwa hari ini pihaknya menyalurkan 50 bendera dan bunga kepada pengguna jalan. Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan hingga akhir Agustus 2025 sebagai rangkaian perayaan HUT RI.

    Tak berhenti di jalan raya, Satlantas Polres Nganjuk juga memiliki agenda mendatangi rumah-rumah warga untuk mengganti bendera Merah Putih yang sudah lusuh atau memudar. Upaya ini diharapkan dapat mengingatkan masyarakat bahwa bendera bukan sekadar simbol, melainkan lambang kehormatan negara yang harus dijaga.

    Dengan kegiatan ini, Satlantas Polres Nganjuk mengajak seluruh warga untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan, tidak hanya melalui atribut, tetapi juga dengan semangat persatuan dan kebersamaan.

  • TMMD ke-124 Nganjuk: Bangun Infrastruktur dan Pererat Kedekatan TNI dengan Masyarakat

    TMMD ke-124 Nganjuk: Bangun Infrastruktur dan Pererat Kedekatan TNI dengan Masyarakat

    Nganjuk, KabarNganjuk.com— Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 resmi ditutup setelah berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 6 Mei hingga 4 Juni 2025. Upacara penutupan dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kegiatan ini menandai berakhirnya program sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.

    Selama pelaksanaan TMMD ke-124, berbagai program pembangunan fisik dan sosial telah dilaksanakan. Sasaran fisik utama meliputi pembangunan jalan cor sepanjang 1.100 meter. Selain itu, dilakukan pematangan badan jalan sepanjang 5,9 kilometer dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 13 unit. Program sosial lainnya mencakup penanaman padi, pembuatan dua sumur bor, serta penyuluhan kesehatan dan penanganan stunting.

    Penutupan program TMMD ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima hasil pembangunan dari Komandan Kodim 0810/Nganjuk selaku Dansatgas TMMD ke-124 kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Wakil Bupati Nganjuk.

    Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menyampaikan harapannya agar kegiatan TMMD ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung keberlanjutan program ini melalui perawatan dan pemeliharaan hasil pembangunan. Fokus utama dari kegiatan TMMD ini adalah pembangunan infrastruktur, yang dinilai sebagai elemen penting untuk membuka akses, mempercepat distribusi ekonomi, dan mendorong kemajuan di daerah-daerah terpencil.

    Program TMMD tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong serta kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat. Dengan selesainya TMMD ke-124, diharapkan semangat kolaboratif antara TNI, pemerintah, dan masyarakat akan terus terjaga demi pembangunan berkelanjutan yang merata dan menyeluruh.

  • Minibus Terbakar di Depan Mapolres Nganjuk, Diduga Angkut BBM dalam Jerigen

    Minibus Terbakar di Depan Mapolres Nganjuk, Diduga Angkut BBM dalam Jerigen

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Sebuah mobil minibus jenis Kijang dengan nomor polisi AG 1072 FK terbakar hebat di simpang empat depan Mapolres Nganjuk, Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Kota Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (03/06) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Kebakaran tersebut sempat direkam oleh warga dan menyita perhatian pengguna jalan. Petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan segera menuju lokasi dan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk memadamkan api.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi, diduga kuat kebakaran disebabkan oleh muatan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dibawa dalam jerigen. Tercatat ada 15 jerigen di dalam mobil, tiga di antaranya berisi BBM. Selain itu, kondisi suhu udara yang tinggi serta dugaan sopir merokok di dalam kendaraan memperbesar potensi terjadinya kebakaran. Puntung rokok ditemukan di dalam mobil, yang memperkuat dugaan tersebut.

    Akibat kejadian ini, sang sopir mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki, dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk mendapatkan perawatan medis.

    Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, dan kendaraan yang terbakar kemudian dievakuasi ke Unit Laka Lantas Polres Nganjuk untuk penyelidikan lebih lanjut.

  • Polres Nganjuk Tinjau Lahan Jagung di Gondang, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    Nganjuk, KabarNganjuk.com– Dalam mendukung program nasional ketahanan pangan, Polres Nganjuk melalui jajaran pimpinan melaksanakan pengecekan lahan jagung berusia dua bulan di Desa Ngujung, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (22/5/2025).

    Kegiatan ini merupakan bentuk nyata keterlibatan Polri dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Pengecekan dilakukan terhadap lahan garapan bersama yang berada di wilayah Perhutani, sebagai bagian dari sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya.

    Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M. melalui Wakapolres KOMPOL Andria Diana Putra, S.E., M.H. menyatakan bahwa pengecekan ini penting untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal dan tepat sasaran.

    “Dengan terjaganya pertumbuhan tanaman jagung sejak awal, diharapkan hasil panen nanti bisa maksimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” ujar Wakapolres.

    Pengecekan mencakup kondisi tanaman, pengairan, dan kesiapan lahan. Hasil sementara menunjukkan bahwa tanaman jagung tumbuh baik dan terpelihara dengan optimal, menandakan efektivitas pendampingan yang dilakukan petugas di lapangan.

    Kabag SDM Polres Nganjuk KOMPOL Burhanudin, S.Sos. menambahkan, bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh tahapan pertumbuhan tanaman berjalan lancar sesuai rencana ketahanan pangan berbasis desa.

    “Sinergi yang terbangun antara kepolisian, Perhutani, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini ke depan,” imbuhnya.

    Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus aktif dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam bidang pangan, demi mewujudkan ketahanan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.(acha)

  • Mayday 2024 Diwarnai Kontroversi, Disnaker Nganjuk Diduga Minta Sponsor Secara Ilegal

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Perayaan Hari Buruh Internasional (Mayday) yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk tahun lalu, tepatnya pada Minggu (12/5/2024), kini menjadi sorotan publik setelah mencuatnya dugaan gratifikasi yang melibatkan salah satu pejabat Disnaker.

    Acara yang diawali dengan istigasah di Balai Desa Nglundo pada 30 April, tabur bunga di makam Marsinah pada 1 Mei, dan jalan santai di seputaran Alun-Alun Nganjuk pada 12 Mei, ternyata menuai kontroversi. Hal ini dipicu oleh adanya surat resmi Disnaker bernomor 560/209/411.311/2024 yang meminta dukungan dari perusahaan-perusahaan dalam bentuk hadiah hiburan, makanan, dan minuman. Surat tersebut mencantumkan kontak Suwanto SH MH, Kabid Hubungan Industrial, sebagai pihak yang dapat dihubungi.

    Laporan terkait dugaan gratifikasi tersebut telah diteruskan ke Plt Kepala Disnaker dan disebut-sebut juga telah ditembuskan ke Bupati Nganjuk.

    Menanggapi tudingan tersebut, Suwanto membantah keras bahwa dirinya melakukan permintaan yang bersifat pribadi kepada pihak perusahaan.

    “Ini upaya untuk menjatuhkan saya. Semua kegiatan dilakukan atas dasar niat baik dan tidak ada unsur paksaan. Kami memang mengajukan bantuan karena dana dari APBD tidak mencukupi, apalagi peserta yang hadir bisa mencapai dua ribu orang,” ujar Suwanto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/5/2025) dikutip dari manggarainews.com)

    Ia menegaskan bahwa hadiah seperti televisi, kulkas, hingga sepeda motor diperoleh melalui sponsor, bukan permintaan ilegal. “Kami hanya meminta tambahan sponsor, tidak lebih,” tambahnya.

    Suwanto juga menyampaikan bahwa ia siap menghadapi segala konsekuensi dari laporan tersebut, termasuk jika harus dimutasi atau bahkan diperiksa oleh aparat penegak hukum. “Saya siap. Bahkan sebelum saya menjabat di Nganjuk, saya sudah punya rumah senilai Rp1 miliar dan mobilku ya inova, saya kaya karena bukan meminta minta yang dituduhkan,” tegasnya.

    Sementara itu, Plt Kepala Disnaker, Samsul Huda, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima tembusan laporan terkait kegiatan tersebut. “Tembusan memang sudah masuk ke saya. Untuk lebih jelas, silakan koordinasi langsung dengan yang bersangkutan,” ujarnya singkat saat ditemui.

    Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintah, khususnya yang melibatkan kerja sama dengan sektor swasta.

    ( red)

  • Prestasi Gemilang, Pemkab Nganjuk Masuk 20 Besar Nasional Pelayanan Publik 2024

    Jakarta, KabarNganjuk.com- Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Pemkab Nganjuk berhasil meraih peringkat ke-17 dari 416 kabupaten se-Indonesia dalam kategori tingkat kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2024.

    Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh KemenPAN-RB dalam agenda nasional di Jakarta pada Selasa, 20 Mei 2025. Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, menerima penghargaan tersebut mewakili Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

    Dengan nilai 97,84 dan predikat A (Sangat Baik), Pemkab Nganjuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

    Bupati Marhaen Djumadi menyatakan bahwa kepuasan masyarakat adalah prioritas utama dalam tata kelola pemerintahan. “Kami akan terus dorong peningkatan kualitas layanan,” katanya.

    ( red)

  • Tiga Pelaku Pengeroyokan di Angkringan Nganjuk Diamankan Polisi

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M. membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga pelaku pengeroyokan di area angkringan Sedulur, depan Kantor KGP Express, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, pada Senin malam. Kejadian itu sebelumnya terjadi pada Minggu (11/5/2025) dini hari dan dilaporkan korban ke polisi keesokan harinya.

    Kejadian berawal saat korban M.Y.E.S. (19), warga Mangundikaran, bersama dua rekannya tengah nongkrong di lokasi. Tiba-tiba mereka didatangi enam pria tak dikenal yang datang dengan dua motor dan langsung melakukan pemukulan serta tendangan hingga korban mengalami luka di bagian mata, kepala, dan kaki.

    “Unit Reskrim Polsek Nganjuk Kota langsung bergerak cepat setelah menerima laporan korban. Dalam tempo kurang dari 24 jam, tiga pelaku berhasil diamankan di lokasi berbeda,” ujar AKBP Henri, Selasa (13/5/2025).

    Dua pelaku dewasa berinisial TP (24), warga Kelurahan Kartoharjo, dan WC (27), warga Kecamatan Sukomoro, ditangkap di rumah dan di depan sebuah kafe. Sementara satu pelaku lainnya, EA (16), pelajar asal Kartoharjo, diserahkan orang tuanya ke Polsek Nganjuk Kota pada malam yang sama.

    Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca, S.H. M. H. menegaskan bahwa dampak pengeroyokan tersebut cukup serius, mengakibatkan korban mengalami luka memar dan lecet di bagian wajah, sementara dua rekannya juga mengalami cedera fisik.

    “Kami juga telah mengamankan dua unit sepeda motor milik pelaku sebagai barang bukti serta tiga lembar permohonan visum dari masing-masing korban,” terang AKP Sukaca

    Untuk pelaku di bawah umur, lanjutnya, kasus telah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Nganjuk guna penanganan sesuai prosedur hukum anak.

    “Kami pastikan proses hukum berjalan objektif dan tuntas. Ini bentuk komitmen kami menjaga keamanan dan menindak tegas segala bentuk kekerasan di ruang publik,” tambah AKP Sukaca.

    Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) , ayat (2 ke 1e)KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

    (acha)

  • DPC APJI Nganjuk Gelar Rakor, Bahas Dua Agenda

    DPC APJI Nganjuk Gelar Rakor, Bahas Dua Agenda

    KabarNganjuk.com — Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DPC Nganjuk menggelar rapat koordinasi terkait persiapan bakti sosial berupa santunan anak yatim dan kaum dhuafa.

     

    Acara tersebut digelar di kantor sekretariat DPC APJI, Dusun Jajar, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

     

     

    Pada kesempatan tersebut, Kristanti, Ketua DPC APJI Nganjuk, menyampaikan bahwa rapat ini membahas dua agenda sekaligus, yakni persiapan bakti sosial di bulan Ramadhan dan program kerja tahun 2025.

     

    Baksos berupa santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini rencananya akan dikemas dengan buka bersama, dan diselenggarakan pada Minggu (16/03/25) di salah satu rumah makan di kawasan Desa Keramat, Nganjuk.

     

    Heny, owner Gudeg Plus, terpilih menjadi ketua panitia penyelenggara baksos, dibantu oleh seluruh pengurus dan anggota APJI. “Kita harus kerja sama yang baik agar acara yang kita gelar sukses. Panitia penyelenggara secara formal bertanggung jawab atas suksesnya acara, namun semuanya harus saling mendukung. Ini APJI yang punya gawe,” ujar Kristanti.

     

    Usai pembentukan panitia, Tristiyanti menyampaikan, “Program kerja APJI Nganjuk tahun 2025, selain mengikuti program APJI Jatim, juga akan melanjutkan program tahun 2024 yang belum terealisasi, dan lebih ditekankan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Hal itu dimaksudkan agar APJI lebih dikenal di masyarakat dan untuk meningkatkan kemampuan kita, meningkatkan kompetensi kita, yang tentunya dalam koridor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga APJI,” pungkasnya.

  • RSD Kertosono Berhasil Selamatkan Pasien  Gigitan Bisa Ular Welang (Bungarus Fasciatus)

    RSD Kertosono Berhasil Selamatkan Pasien Gigitan Bisa Ular Welang (Bungarus Fasciatus)

    KabarNganjuk.com- Pada tanggal 12 Januari 2025 terdapat pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat RSD Kertosono dengan kasus gigitan ular. Pasien datang dengan kondisi tidak sadar dan gagal nafas. Diketahui bahwa pasien terkena gigitan ular welang (Bungarus fasciatus) pada saat istirahat di rumah. Dengan kondisi pasien yang sangat kritis dan kondisi kesadaran yang menurun. Karena kondisi yang terus menurun maka pasien dipindah ke ruang ICU dan dipasang. Pasien ditangani oleh dr. R. Imam Muhajirin, Sp.B (spesialis bedah), dr. Fajar Noviyanto, Sp.An, M.Kes (spesialis anestesi), dan dr. Ricky Dany Agus Wicaksono, Sp.N (spesialis neurologi).

    Pasien membutuhkan obat antibisa ular namun kondisi yang terjadi obat tersebut tidak tersedia di Rumah Sakit Daerah Kertosono dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk. Rumah Sakit Daerah Kertosono berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dan memohon ijin untuk konsultasi dengan Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM. Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM merupakan satu-satunya dokter spesialis toksikologi ular berbisa di Indonesia.  Atas petunjuk dari Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM, tim dari IGD dan ICU Rumah Sakit Daerah Kertosono mengambil obat antibisa secara berkala di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tindakan pengambilan antibisa dilakukan dengan cepat mengingat kondisi pasien yang harus segera diberikan obat tersebut untuk menyelamatkan nyawanya.

    Pasien mendapatkan perawatan intensif dengan obat antibisa Neuropoly Valent Snake Antivenin di ruang ICU RSD Kertosono. Selama perawatan intensif, pasien beberapa kali mengalami kejang dan kondisi yang sempat menurun. Namun tenaga kesehatan di RSD Kertosono terus berupaya untuk menyelamatkan pasien dengan memberikan obat antibisa. Selama itu juga dilakukan tindakan trakeostomy. Pemberian obat ini dengan pengawasan dari dokter spesialis RSD Kertosono dan juga arahan dari Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM. Sebanyak 11 vial obat antibisa yang diberikan kepada pasien selama perawatan di ICU. Selama dirawat di ICU RSD Kertosono kondisi pasien yang terus membaik.

    Pada kebanyakan kasus, pasien dengan gigitan ular welang (Bungarus fasciatus) kondisinya banyak yang tidak terselamatkan. Keberhasilan RSD Kertosono menangani pasien ini mendapatkan perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, yakni Ibu Hj. Ratna Wulandari (anggota Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk) dan Bapak M. Fauzi Irwana, S.E (wakil ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk).

    Setelah perawatan intensif selama 12 hari di Ruang ICU RSD Kertosono, pasien akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap bougenville karena menunjukan tanda-tanda perubahan yang lebih baik. Kesadaran sudah mulai membaik namun tetap dengan alat bantuan pernafasan dan terus dalam pengawasan dokter spesialis bedah RSD Kertosono, dr. R. Imam Muhajirin, Sp.B. Pada tanggal 5 Februari 2025, alat trakeostomy sudah dilepaskan dari pasien dan kondisi pasien tinggal menunggu pemulihan. Pasien diperbolehkan pulang pada tangal 07 Februari 2025 dan masih menjalani kontrol di poli rawat jalan RSD Kertosono.