RSD Kertosono Berhasil Selamatkan Pasien Gigitan Bisa Ular Welang (Bungarus Fasciatus)

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com- Pada tanggal 12 Januari 2025 terdapat pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat RSD Kertosono dengan kasus gigitan ular. Pasien datang dengan kondisi tidak sadar dan gagal nafas. Diketahui bahwa pasien terkena gigitan ular welang (Bungarus fasciatus) pada saat istirahat di rumah. Dengan kondisi pasien yang sangat kritis dan kondisi kesadaran yang menurun. Karena kondisi yang terus menurun maka pasien dipindah ke ruang ICU dan dipasang. Pasien ditangani oleh dr. R. Imam Muhajirin, Sp.B (spesialis bedah), dr. Fajar Noviyanto, Sp.An, M.Kes (spesialis anestesi), dan dr. Ricky Dany Agus Wicaksono, Sp.N (spesialis neurologi).

Pasien membutuhkan obat antibisa ular namun kondisi yang terjadi obat tersebut tidak tersedia di Rumah Sakit Daerah Kertosono dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk. Rumah Sakit Daerah Kertosono berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dan memohon ijin untuk konsultasi dengan Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM. Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM merupakan satu-satunya dokter spesialis toksikologi ular berbisa di Indonesia.  Atas petunjuk dari Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM, tim dari IGD dan ICU Rumah Sakit Daerah Kertosono mengambil obat antibisa secara berkala di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tindakan pengambilan antibisa dilakukan dengan cepat mengingat kondisi pasien yang harus segera diberikan obat tersebut untuk menyelamatkan nyawanya.

Pasien mendapatkan perawatan intensif dengan obat antibisa Neuropoly Valent Snake Antivenin di ruang ICU RSD Kertosono. Selama perawatan intensif, pasien beberapa kali mengalami kejang dan kondisi yang sempat menurun. Namun tenaga kesehatan di RSD Kertosono terus berupaya untuk menyelamatkan pasien dengan memberikan obat antibisa. Selama itu juga dilakukan tindakan trakeostomy. Pemberian obat ini dengan pengawasan dari dokter spesialis RSD Kertosono dan juga arahan dari Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.EM. Sebanyak 11 vial obat antibisa yang diberikan kepada pasien selama perawatan di ICU. Selama dirawat di ICU RSD Kertosono kondisi pasien yang terus membaik.

Pada kebanyakan kasus, pasien dengan gigitan ular welang (Bungarus fasciatus) kondisinya banyak yang tidak terselamatkan. Keberhasilan RSD Kertosono menangani pasien ini mendapatkan perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, yakni Ibu Hj. Ratna Wulandari (anggota Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk) dan Bapak M. Fauzi Irwana, S.E (wakil ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk).

Setelah perawatan intensif selama 12 hari di Ruang ICU RSD Kertosono, pasien akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap bougenville karena menunjukan tanda-tanda perubahan yang lebih baik. Kesadaran sudah mulai membaik namun tetap dengan alat bantuan pernafasan dan terus dalam pengawasan dokter spesialis bedah RSD Kertosono, dr. R. Imam Muhajirin, Sp.B. Pada tanggal 5 Februari 2025, alat trakeostomy sudah dilepaskan dari pasien dan kondisi pasien tinggal menunggu pemulihan. Pasien diperbolehkan pulang pada tangal 07 Februari 2025 dan masih menjalani kontrol di poli rawat jalan RSD Kertosono.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Nganjuk Ungkap Kasus Sabu di Loceret, Dua Orang Diamankan
Polisi Jogo Sekolah, Kapolres Nganjuk Edukasi Siswa SDN 1 Ganung Kidul tentang Bahaya Bullying
Takut Tanahnya Dilelang, Warga Mengaku Terpaksa Bayar Rp170 Juta ke Bank Meski Tak Pernah Ajukan Pinjaman
Pupuk Indonesia Percepat Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lewat KDKMP, CV Semi Ditunjuk Jadi Mitra JP4B Tunggal di Nganjuk
Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Nganjuk Perkuat Program Paket A, B, dan C
Bupati dan Wabup Turun Langsung ke Gondang, Wawasan Kebangsaan Jadi Momentum Serap Aspirasi Warga Soal Jalan Rusak dan Banjir
Polres Nganjuk Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah, Kapolres: Pencegahan Harus Dimulai Sejak Dini
Pendopo Samudra Madu: Nguri-uri Budaya Jawi lan Semangat Swasembada Pangan ing Nganjuk

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:30

Satresnarkoba Polres Nganjuk Ungkap Kasus Sabu di Loceret, Dua Orang Diamankan

Sabtu, 7 November 2026 - 15:16

Polisi Jogo Sekolah, Kapolres Nganjuk Edukasi Siswa SDN 1 Ganung Kidul tentang Bahaya Bullying

Sabtu, 7 November 2026 - 08:11

Takut Tanahnya Dilelang, Warga Mengaku Terpaksa Bayar Rp170 Juta ke Bank Meski Tak Pernah Ajukan Pinjaman

Jumat, 6 November 2026 - 12:40

Pupuk Indonesia Percepat Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lewat KDKMP, CV Semi Ditunjuk Jadi Mitra JP4B Tunggal di Nganjuk

Jumat, 6 November 2026 - 08:38

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Nganjuk Perkuat Program Paket A, B, dan C

Berita Terbaru