NGANJUK, KabarNganjuk.com – Sebanyak 49 siswa SMAN 3 Nganjuk diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Rabu (2/9/2026). Para siswa mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Guna mendapatkan penanganan medis cepat, para korban awal mulanya dilarikan ke Puskesmas Begadung. Namun, lantaran kapasitas fasilitas kesehatan tersebut tidak mencukupi untuk menampung seluruh korban, sebagian siswa akhirnya dirujuk ke sejumlah rumah sakit, meliputi RSD Nganjuk, RS Bhayangkara Nganjuk, dan RSI Aisyah.

Menu MBG yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada hari itu terdiri dari nasi goreng, ayam suwir, dan tahu bulat. Guru Mata Pelajaran Matematika SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso, menceritakan bahwa para siswa menyantap menu tersebut sekira pukul 10.00 WIB.
“Setelah makan sekitar jam 10 pagi, keluhan mual dan pusing baru mulai dirasakan anak-anak sekitar jam dua siang (14.00 WIB),” ungkap Andi.
(Guru Mata Pelajaran Matematika SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso)
Insiden tersebut memicu kepanikan para orang tua murid. Suasana haru dan cemas mewarnai Puskesmas Begadung hingga RSD Nganjuk saat pihak keluarga berdatangan untuk memastikan kondisi putra-putrinya yang sedang mendapatkan perawatan.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Samsudin, mengonfirmasi bahwa seluruh korban terdampak berasal dari satu sekolah yang sama. Saat ini, penanganan medis terhadap para siswa menjadi prioritas.
(Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Samsudin)
“Seluruh korban dari SMAN 3 Nganjuk. Berdasarkan data sementara, jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan mencapai 49 anak,” terang Samsudin.
Guna memastikan penyebab pasti peristiwa ini, sebagian sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan oleh petugas untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.