Sebanyak 3.321 Warga Baru PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Resmi Disahkan, Termasuk dari Timor Leste

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Suasana khidmat dan luar biasa menyelimuti Pusat Latihan dan Pendidikan (Puslatdik) PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun di Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sebanyak 3.321 orang resmi disahkan menjadi warga baru PSHT angkatan 2026 pada Selasa (23/6) malam.

Hal itu diakui oleh Ketua PSHT Cabang Nganjuk, Drs. Gondo Hariyono, M.Si. Di hadapan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Kangmas Drs. R. Moerdjoko HW, Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., Wakil Bupati Tri Handy Cahyo Saputro, jajaran Forkopimda Nganjuk, serta ratusan Dewan Pengesah.

Kangmas Gondo menyampaikan bahwa pihaknya juga menerima titipan amanah untuk mengesahkan sejumlah calon warga dari luar daerah. Di antaranya berasal dari Timor Leste sebanyak 3 orang, dari Trenggalek 7 orang, dari Kota Madiun 3 orang, dan dari Kabupaten Madiun sebanyak 2 orang. Dengan demikian, jika diakumulasikan secara rinci, total keseluruhan calon warga yang resmi disahkan pada malam tersebut mencapai 3.321 orang.

sejak sore hari. Tepat pukul 15.00 WIB, gelombang calon peserta pengesahan mulai memadati area luar Puslatdik Pesudukuh.Menariknya, kepatuhan tinggi ditunjukkan oleh para calon warga dan panitia terkait aspek keamanan. Hampir tidak ada satu pun peserta yang mengendarai sepeda motor. Mereka datang terorganisir di dalam kendaraan roda empat, mulai dari minibus (Elf), kendaraan pribadi, hingga bus pariwisata berukuran besar. Pembatasan ini sengaja diberlakukan secara ketat oleh pihak keamanan demi menjaga kondusivitas jalan raya dan keamanan daerah Kabupaten Nganjuk.

Begitu turun dari kendaraan masing-masing, para peserta dengan sigap langsung membentuk formasi barisan yang rapi. Terbagi berdasarkan kelompok latihan, baik calon warga pria maupun wanita yang kompak mengenakan seragam sakral hitam-hitam lengkap dengan kain mori, seketika mengubah halaman Puslatdik yang sangat luas itu bak lautan manusia.
Memasuki waktu menjelang Magrib, tepatnya antara pukul 16.30 hingga 17.30 WIB, arus pergerakan massa mulai diarahkan masuk ke dalam arena utama pengesahan. Di dalam gedung, ribuan meja dan kursi kayu telah ditata berderet simetris, membentuk barisan panjang yang disesuaikan dengan kuota jumlah warga yang akan disahkan.

Tanpa ada kegaduhan, para calon warga duduk dengan khidmat dan disiplin tinggi di tempat masing-masing. Mereka menunggu instruksi serta arahan berikutnya dari para Kangmas pelatih dan pendamping yang berjaga di sudut-sudut barisan.
Saat kumandang azan berkumandang, aktivitas dijeda sejenak untuk memberikan kesempatan bagi para peserta menunaikan ibadah salat Magrib di area yang telah disiapkan panitia di bagian belakang panggung utama.

Puncak rangkaian acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, ditandai dengan upacara pembukaan dan doa bersama. Suasana sakral begitu terasa di panggung utama yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Kangmas Drs. R. Moerdjoko HW, jajaran Forkopimda Nganjuk termasuk Bupati dan Wakil Bupati, ratusan Dewan Pengesah, jajaran pengurus IPSI Cabang Nganjuk, serta lintas elemen masyarakat.

Sebelum acara keceran atau prosesi pengesahan inti dimulai, Ketua Cabang PSHT Nganjuk Pusat Madiun, Kangmas Gondo Hariyono, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian aktivitas pengesahan dituntaskan dalam waktu satu malam di lokasi yang sama. Pihaknya bersyukur seluruh prosesi dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar berkat kerja sama semua pihak.

Setelah untaian doa bersama rampung dipanjatkan, ribuan calon warga baru tersebut kemudian diarahkan untuk mengikuti prosesi paling inti dalam tradisi organisasi, yakni ritual keceran. Ritual sakral ini ditandai dengan prosesi penetesan air suci ke mata para calon warga oleh para Dewan Pengesah. Bagi keluarga besar PSHT, keceran bukan sekadar tradisi, melainkan simbol penyucian diri dan pembuka mata batin agar para pendekar baru memiliki ketajaman melihat kebenaran, serta resmi menyandang predikat sebagai warga tetap PSHT yang berbudi luhur.

Berita Terkait

Malam Suro, PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Sukses Gelar Pengesahan Warga Baru
DPC APJI Nganjuk Hadiri Pertemuan Rutin DPD APJI Jawa Timur, Perkuat Sinergi Antaranggota
Warga Mojoduwur Nganjuk Blokade Jalan, Tuntut Aktivitas Tambang Dihentikan
Polres Nganjuk Siagakan Ratusan Personel, SREG Diterapkan Antisipasi Kerawanan Malam 1 Suro 2026
Dua Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Prambon, Motor Korban Berhasil Diselamatkan
Jurnalisme Diakali Jasa ‘Hapus Berita’, Rumah Literasi Digital Bagikan Panduan Antisipasi
Nekat Jual Rokok Polos, Toko Kelontong di Loceret dan Berbek Digerebek Petugas Gabungan
Hadapi Warga Cuek Hingga Penolakan, Bupati Nganjuk Bekali Petugas Sensus ‘Jamu’ Kesabaran

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:49

Sebanyak 3.321 Warga Baru PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Resmi Disahkan, Termasuk dari Timor Leste

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:39

Malam Suro, PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Sukses Gelar Pengesahan Warga Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:38

DPC APJI Nganjuk Hadiri Pertemuan Rutin DPD APJI Jawa Timur, Perkuat Sinergi Antaranggota

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20

Warga Mojoduwur Nganjuk Blokade Jalan, Tuntut Aktivitas Tambang Dihentikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:07

Polres Nganjuk Siagakan Ratusan Personel, SREG Diterapkan Antisipasi Kerawanan Malam 1 Suro 2026

Berita Terbaru