Warga Mojoduwur Nganjuk Blokade Jalan, Tuntut Aktivitas Tambang Dihentikan

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com– Ratusan warga Dusun Jatirejo dan Dusun Sanan, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, menggelar aksi pemblokiran jalan pada Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan penghubung Kecamatan Ngetos dan Kecamatan Berbek yang telah berlangsung hampir sepuluh tahun.

Aksi tersebut dipusatkan di ruas penghubung Kecamatan Ngetos–Berbek yang mengalami kerusakan parah.

Kerusakan jalan diduga kuat oleh aktivitas truk tambang yang setiap hari melintas dengan muatan melebihi tonase. Meski telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengusaha tambang, warga mengaku hingga kini hanya menerima janji tanpa adanya realisasi perbaikan jalan.

“Warga sudah sering meminta perbaikan, tetapi hanya janji yang kami terima,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, warga menuntut agar seluruh truk tambang dilarang melintas di ruas jalan tersebut sampai pihak pengusaha memenuhi komitmennya untuk memperbaiki jalan yang rusak. Untuk mempertegas tuntutan, warga juga memasang banner dan spanduk di tengah jalan.

Warga meminta penghentian sementara seluruh aktivitas tambang hingga perbaikan jalan melalui pengecoran beton benar-benar direalisasikan. Selain itu, mereka meminta armada tambang tidak lagi melintas sebelum proses perbaikan selesai dilakukan.

Lukman, salah satu perwakilan warga, mengatakan saat ini terdapat dua tambang yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, lebih dari seratus truk tambang melintas setiap hari di depan rumah warga.

Pemerintah Kecamatan Ngetos mendatangi lokasi aksi untuk mediasi antara warga dengan pihak pengusaha tambang. Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, mengatakan ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang mencapai kurang lebih satu kilometer.

“Pihak pengusaha tambang telah sepakat untuk menghentikan sementara operasional sambil menunggu proses lanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Ngetos Nuri Prihandoko menjelaskan, kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan tambang mencapai sekitar satu kilometer. Ia mengatakan hasil koordinasi antara pemerintah, warga, dan pihak pengusaha menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan sementara operasional tambang sambil menunggu proses penyelesaian dan tindak lanjut perbaikan jalan.

Meski demikian, warga masih berjaga di lokasi untuk memastikan kesepakatan tersebut dijalankan dan berkomitmen mengawal proses hingga perbaikan jalan benar-benar terealisasi dengan mendatangkan alat berat serta material ke lokasi.

Berita Terkait

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk
Sidak Wisata Watu Lawang, Komisi III DPRD Nganjuk Soroti Kelengkapan Izin Lingkungan
Gantikan Pohon yang Berkurang di Obyek Wisata Watu Lawang, Pengelola Tanam Kembali Pohon
Korban Dugaan Penipuan di Nganjuk Capai 68 Orang, Kerugian Ditaksir Rp11,7 Miliar
Janjikan Keuntungan dari Sertifikat, Pria di Sawahan Nganjuk Diduga Rugikan Warga Rp1 Miliar
Perkuat Tata Kelola Dekranas dan PKK, Nganjuk Hadiri Rakor Regional di Jakarta
Gudang Rosok di Paron Nganjuk Terbakar, Diduga Konsleting Listrik
Angkat Pesona Desa Warisan Nusantara, Night Carnival Cubung Solid Nganjuk Berlangsung Spektakuler

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:05

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk

Kamis, 24 September 2026 - 10:21

Sidak Wisata Watu Lawang, Komisi III DPRD Nganjuk Soroti Kelengkapan Izin Lingkungan

Kamis, 24 September 2026 - 09:36

Gantikan Pohon yang Berkurang di Obyek Wisata Watu Lawang, Pengelola Tanam Kembali Pohon

Kamis, 24 September 2026 - 09:18

Korban Dugaan Penipuan di Nganjuk Capai 68 Orang, Kerugian Ditaksir Rp11,7 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 09:10

Janjikan Keuntungan dari Sertifikat, Pria di Sawahan Nganjuk Diduga Rugikan Warga Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Berita

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:05