Workshop Hari Kartini di Pendopo Nganjuk, Soroti Bahayanya Pernikahan Usia Dini

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar workshop di Pendopo Kabupaten Nganjuk pada Selasa (28/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para tamu undangan yang didominasi perempuan, mulai dari pejabat Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Duta Genre, Forum Anak, hingga berbagai komunitas perempuan yang hadir mengenakan kebaya sebagai simbol semangat perjuangan Kartini.

Acara ini menghadirkan psikolog Risa Rahmawati, S.Psi., M.Psi., sebagai narasumber yang membahas dampak kesehatan psikologis akibat pernikahan anak, khususnya bagi perempuan.

Menurutnya, usia sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Usia memengaruhi kemampuan dalam mengelola emosi, mengambil keputusan, serta kesiapan mental dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Karena itu, ketika anak yang belum cukup usia melakukan pernikahan dini, hal tersebut dapat berdampak besar terhadap masa depan mereka.

Dampak tersebut tidak hanya terlihat dari segi kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh pada pendidikan, ekonomi, karier, kondisi psikologis, kesehatan mental, hingga kehidupan sosial di masa mendatang.

“Usia sangat menentukan kesiapan seseorang dalam menikah. Ketika anak belum cukup umur tapi sudah menikah atau justru hamil diluar nikah, mereka belum memiliki kematangan emosi dan pola pikir yang kuat. Hal itu bisa berdampak panjang terhadap masa depan mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah terjadinya pernikahan dini, salah satunya dengan memberikan perhatian lebih kepada anak serta edukasi yang lebih mendalam mengenai kesiapan dalam berumah tangga.

Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama yang memiliki peran besar dalam membentuk pemahaman anak tentang masa depan, pendidikan, dan kesiapan hidup berkeluarga.

Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya turut menyampaikan pentingnya patokan usia ideal dalam perkawinan guna mencegah terjadinya pernikahan anak di bawah umur.

Menurutnya, menikah bukan sekadar soal sah secara hukum dan agama, tetapi juga tentang kesiapan fisik, mental, serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.

“Usia yang ideal dalam menikah menurut undang-undang adalah 19 tahun untuk perempuan dan laki-laki, sedangkan menurut BKKBN itu adalah 21 tahun untuk perempuan, 25 tahun untuk laki-laki. Mana yang benar dari dua ini, yang jelas menikah itu harus dalam kondisi mental yang siap dan kecukupan umur untuk mencegah pernikahan di bawah umur,” tegas Marhaen. (Affika)

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

DPC APJI Nganjuk Hadiri Pertemuan Rutin DPD APJI Jawa Timur, Perkuat Sinergi Antaranggota
Warga Mojoduwur Nganjuk Blokade Jalan, Tuntut Aktivitas Tambang Dihentikan
Polres Nganjuk Siagakan Ratusan Personel, SREG Diterapkan Antisipasi Kerawanan Malam 1 Suro 2026
Dua Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Prambon, Motor Korban Berhasil Diselamatkan
Jurnalisme Diakali Jasa ‘Hapus Berita’, Rumah Literasi Digital Bagikan Panduan Antisipasi
Nekat Jual Rokok Polos, Toko Kelontong di Loceret dan Berbek Digerebek Petugas Gabungan
Hadapi Warga Cuek Hingga Penolakan, Bupati Nganjuk Bekali Petugas Sensus ‘Jamu’ Kesabaran
DPC JTI Cabang Jombang Pusat Madiun Resmi Dikukuhkan, Perkuat Integritas dan Kolaborasi

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:38

DPC APJI Nganjuk Hadiri Pertemuan Rutin DPD APJI Jawa Timur, Perkuat Sinergi Antaranggota

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20

Warga Mojoduwur Nganjuk Blokade Jalan, Tuntut Aktivitas Tambang Dihentikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:07

Polres Nganjuk Siagakan Ratusan Personel, SREG Diterapkan Antisipasi Kerawanan Malam 1 Suro 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:51

Dua Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Prambon, Motor Korban Berhasil Diselamatkan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:23

Nekat Jual Rokok Polos, Toko Kelontong di Loceret dan Berbek Digerebek Petugas Gabungan

Berita Terbaru