Ratusan Cagar Budaya di Nganjuk Terbengkalai, Komunitas Kota Sejuk Turun Tangan

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com — Ratusan benda yang diduga sebagai cagar budaya di Kabupaten Nganjuk saat ini masih tersebar di kawasan hutan dan persawahan dalam kondisi memprihatinkan. Minimnya perhatian dari pemerintah daerah membuat peninggalan sejarah tersebut terancam rusak bahkan hilang. Hingga kini, belum ada langkah nyata yang diambil untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah tersebut.

Salah satu kendala utama yang menyebabkan pelestarian cagar budaya di Nganjuk terbengkalai adalah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk perawatan, pendataan, serta penyelamatan cagar budaya dinilai sangat minim, sehingga kegiatan pelestarian tidak bisa dijalankan secara optimal.

Melihat situasi tersebut, Komunitas Kota Sejuk mengambil inisiatif untuk melakukan penyelamatan benda-benda bersejarah secara mandiri. Tanpa dukungan anggaran maupun fasilitas dari dinas terkait, komunitas ini berupaya menjaga dan merawat sejumlah cagar budaya yang terancam rusak atau hilang.

Upaya yang dilakukan komunitas memang masih bersifat sederhana dan tradisional. Namun, berkat kerja keras dan kepedulian mereka, beberapa benda cagar budaya berhasil diamankan dari potensi kerusakan lebih lanjut. Inisiatif ini membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dapat dilakukan dengan semangat gotong royong, meskipun dengan keterbatasan.

Sukadi, pengurus Komunitas Kota Sejuk, mengatakan bahwa masih banyak benda yang diduga sebagai cagar budaya di wilayah Nganjuk dalam kondisi yang sangat rentan. Tak hanya rusak akibat cuaca dan waktu, tetapi juga rawan menjadi sasaran pencurian karena tidak ada sistem pengamanan yang memadai.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Amin Fuadi, membenarkan bahwa keterbatasan dana menjadi alasan utama belum dilaksanakannya program penyelamatan dan pelestarian cagar budaya secara menyeluruh. Ia menyebut, anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk menjangkau seluruh titik lokasi cagar budaya yang tersebar di berbagai wilayah.

Dengan kondisi tersebut, muncul harapan agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian lebih serius terhadap pelestarian cagar budaya, termasuk menggandeng komunitas seperti Kota Sejuk yang selama ini telah menunjukkan komitmen dalam menjaga sejarah dan identitas budaya lokal.

Berita Terkait

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri
Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek
Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman
Museum Tritik Nganjuk Terima Hibah 1.523 Koleksi Fosil, Siap Jadi Pusat Edukasi Purbakala
Karya Arek Surabaya, Menengok Megahnya Museum Marsinah yang Rampung Kilat Tanpa Uang Negara
Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia
Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek
Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:34

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:30

Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:51

Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:34

Museum Tritik Nganjuk Terima Hibah 1.523 Koleksi Fosil, Siap Jadi Pusat Edukasi Purbakala

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:22

Karya Arek Surabaya, Menengok Megahnya Museum Marsinah yang Rampung Kilat Tanpa Uang Negara

Berita Terbaru