Pohon Tumbang di Sukomoro, Sebabkan Rumah Rusak Parah dan Korban Terluka

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com– Inilah kondisi rumah milik Marni, seorang wanita berusia 52 tahun, warga Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang tertimpa pohon besar yang tumbang. Kejadian tersebut terjadi di jalan daerah yang menghubungkan Sukomoro dan Pace. Akibat kejadian ini, rumah Marni mengalami kerusakan parah, hampir rata dengan tanah, dengan beberapa perabotan seperti kulkas, etalase, dan mesin jahit yang merupakan mata pencahariannya, rusak total.

Menurut keterangan Marni, kejadian berawal setelah ia selesai melaksanakan salat Ashar dan hendak kembali menjahit. Saat ia duduk di kursi, tiba-tiba merasa pintu rumahnya bergerak, dan ia mengira terjadi gempa. Ia pun langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun, nasib malang menimpanya. Belum sempat keluar rumah, pohon besar yang berada di depan rumah tumbang dan menimpa bangunan rumahnya, membuatnya terjepit di reruntuhan.

Akibat kejadian ini, Marni mengalami luka pada dahinya, memar di dada, serta kaki kirinya terluka. Selain merusak rumah, pohon tumbang juga memutuskan aliran listrik di sekitar lokasi. Beruntung, petugas PLN segera melakukan evakuasi terhadap kabel listrik yang melintang di jalur kereta api yang dekat dengan lokasi kejadian.

Marni mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak menyangka rumahnya akan tertimpa pohon, mengingat saat kejadian tidak ada hujan maupun angin kencang. “Saya tidak menyangka kalau rumah saya bisa tertimpa pohon, karena kondisi cuaca saat itu sangat tenang,” ujar Marni.

Kini, Marni berharap bantuan dari pemerintah, mengingat mata pencahariannya sebagai penjahit sangat terganggu akibat kerusakan yang terjadi pada rumah dan alat-alat kerjanya.

Berita Terkait

Rsud Kertosono Sambut Kehadiran Dokter Spesialis Baru Dan Peringati Hari Santri Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Bupati Marhaen Ajak Santri Nganjuk Berinovasi Menuju Indonesia Emas
Pengacara Dampingi Lilik, Penjual Rempeyek yang Mengaku Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif di Nganjuk
Korban Dugaan Kredit Fiktif Mengadu ke Bupati Nganjuk, Berharap Ada Solusi
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Nganjuk Gelar Donor Darah dengan Target 50 Kantong
Polres Nganjuk Sita 1.589 Pil Dobel L, Dua Pria Diamankan
Pinjaman Rp690 Juta Atas Nama Suami yang Telah Meninggal, Warga Nganjuk Pertanyakan Kredit BRI
Diduga Berawal dari Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan Garasi di Tanjunganom

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:17

Rsud Kertosono Sambut Kehadiran Dokter Spesialis Baru Dan Peringati Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Marhaen Ajak Santri Nganjuk Berinovasi Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:57

Pengacara Dampingi Lilik, Penjual Rempeyek yang Mengaku Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif di Nganjuk

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10

Korban Dugaan Kredit Fiktif Mengadu ke Bupati Nganjuk, Berharap Ada Solusi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:26

Polres Nganjuk Sita 1.589 Pil Dobel L, Dua Pria Diamankan

Berita Terbaru