Pasokan Air Irigasi Menurun, Petani di Nganjuk Terancam Gagal Panen

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Petani padi di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, mengeluhkan minimnya pasokan air irigasi untuk mengairi lahan pertanian mereka. Kondisi tersebut membuat petani khawatir tanaman padi yang tengah dibudidayakan tidak dapat tumbuh optimal.

Minimnya pasokan air disebut dipengaruhi kemarau yang berkepanjangan serta kencangnya hembusan angin yang menyebabkan debit air di Dam Baduk menurun. Selain itu, sejumlah saluran irigasi menuju lahan pertanian juga mengalami kebocoran akibat adanya sudetan, sehingga aliran air tidak dapat sampai ke sawah secara maksimal.

Kondisi tersebut membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air. Salah satunya dengan membeli solar untuk mengoperasikan mesin diesel guna mengalirkan air ke lahan pertanian.

Jika kondisi kekurangan air terus berlangsung, biaya yang dikeluarkan petani dikhawatirkan semakin besar dan tidak sebanding dengan hasil panen yang diperoleh.

Kepala Desa Kepanjen, Sugeng Purnomo, mengatakan terdapat sekitar 19 hektare lahan tanaman padi di Dusun Codot yang saat ini menghadapi persoalan pasokan air irigasi.

Menurutnya, aliran air irigasi ke wilayah tersebut sudah tidak mengalir selama sekitar satu bulan terakhir. Kondisi itu menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani.

“Kalau tidak segera teratasi, tidak menutup kemungkinan tanaman padi bisa mengalami gagal panen,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Rusdi Gunawan, menjelaskan bahwa saat ini sebenarnya telah memasuki musim tanam palawija.

Namun, karena petani di wilayah tersebut sudah terlanjur menanam padi, pihaknya akan mengupayakan agar pasokan air irigasi dapat kembali lancar.

Upaya tersebut dilakukan agar persoalan kekurangan air tidak mengganggu produksi pertanian, sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Berita Terkait

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan
Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam
Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka
Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Bir Tabrak Motor, Mobil, dan Dua Rumah di Loceret, Dua Orang Tewas
Lantik 103 Pejabat, Bupati Nganjuk Tekankan Kinerja dan Peningkatan Pelayanan Publik
Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:07

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:20

Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:42

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:11

Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:39

Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru