Peninggalan Era Majapahit, Warga Trayang Nganjuk Temukan Sumur Kuno di Tepi Brantas

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com — Warga Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan struktur sumur tua atau jobong yang diduga kuat peninggalan era Kerajaan Majapahit di tepian Sungai Brantas.

Seorang warga setempat bernama Sutomo menemukan struktur tersebut saat sedang menggali tanah di pinggir sungai. Mengetahui potensi nilai sejarah pada temuan tersebut, ia lantas melaporkannya kepada Komunitas Pecinta Sejarah Nganjuk (Kota Sejuk).

Menindaklanjuti laporan warga, tim dari Kota Sejuk bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk langsung mendatangi lokasi. Petugas membenarkan bahwa struktur terakota (jobong) yang ditemukan merupakan dinding sumur khas era Majapahit.

Di lokasi penemuan, warga dan tim teknis telah berhasil mengangkat tiga unit jobong yang kondisinya sebagian rusak. Sementara itu, diperkirakan masih terdapat tiga unit jobong lagi yang masih dalam proses penggalian oleh petugas.

Struktur jobong terakota ini memiliki spesifikasi tinggi 63 sentimeter, diameter 80 sentimeter, dan ketebalan dinding 3 sentimeter. Selain jobong, di sekitar lokasi juga ditemukan pecahan bata kuno berukuran tebal yang mengindikasikan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan permukiman penduduk.

Ketua Kota Sejuk, Amin Fuadi, menjelaskan bahwa penataan dan material konstruksi sumur ini identik dengan peninggalan era klasik Majapahit, meski pihaknya tetap akan melakukan penelitian dan analisis lebih mendalam.

 

(Ketua Kota Sejuk, Amin Fuadi)

“Kalau dilihat dari konstruksi sumur jobong ini, diduga kuat merupakan peninggalan era Majapahit. Namun, kami bersama dinas terkait akan menganalisa lebih dalam lagi untuk memastikan penanggalannya,” ujar Amin Fuadi.

Proses penggalian masih terus dilanjutkan hingga seluruh jobong berhasil diangkat dari dasar tanah. Selanjutnya, benda cagar budaya tersebut akan diserahkan kepada pemerintah desa setempat guna keperluan penyelamatan dan pelestarian aset sejarah daerah.

Berita Terkait

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan
Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam
Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka
Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Bir Tabrak Motor, Mobil, dan Dua Rumah di Loceret, Dua Orang Tewas
Lantik 103 Pejabat, Bupati Nganjuk Tekankan Kinerja dan Peningkatan Pelayanan Publik
Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:07

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:20

Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:42

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:11

Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:39

Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru