Terkendala Permodalan, Batik Tulis Jati Waras Nganjuk Sulit Berkembang

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Di sebuah desa di lereng Gunung Wilis, tepatnya Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terdapat pengrajin batik tulis yang dikerjakan oleh pasangan suami istri.

Yatilah bersama suaminya, Yulianto, mulai merintis usaha batik tulis sejak 2012. Awalnya, ia hanya memproduksi taplak meja. Setelah merasa mahir, Yatilah mulai membatik kain untuk baju yang kemudian ditekuni hingga saat ini.

Proses pembuatan batik tulis membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Setiap goresan memiliki makna sesuai dengan motif yang diangkat.

Prosesnya diawali dengan membuat pola, kemudian mencanting, mewarnai, mencelup, dan mengeringkan hingga tercipta lembaran kain batik yang artistik.

Sesuai dengan nama desanya, Yatilah mengusung motif pohon jati. Seiring perkembangan usaha, ia juga menambahkan motif sesuai keinginan pelanggan, seperti motif cabai dan simbol Nganjuk, Jayastamba.

Namun, usaha batik tulis tersebut masih mengalami kendala permodalan. Keterbatasan modal membuat Yatilah kesulitan untuk meningkatkan produksi maupun mengembangkan usahanya.

“Kendala kami saat ini memang di permodalan. Kalau ada tambahan modal, kami ingin meningkatkan produksi dan mengembangkan motif-motif batik agar lebih dikenal masyarakat,” ujar Yatilah.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap usaha batik tulis yang dijalankannya, terutama dalam hal pengembangan usaha dan permodalan.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, supaya usaha batik tulis ini bisa terus berkembang. Meski masih terbatas, kami tetap bersyukur karena usaha ini sedikit demi sedikit bisa membantu perekonomian keluarga,” tambahnya.

Meski menghadapi keterbatasan permodalan, Yatilah tetap berupaya mempertahankan usaha yang telah dirintis bersama suaminya tersebut. Ia berharap batik tulis Jati Waras dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat.

Berita Terkait

Camat Loceret Buka Parade Seni Budaya, Semarakkan HUT RI Ke-81 dengan Semangat Bhineka Tunggal Ika
HUT RI ke-81 di Banjaranyar Nganjuk Digelar Bernuansa Tempo Dulu, Ribuan Warga Kenakan Pakaian Jadul
Warga Griya Anjuk Ladang 2 Gelar Tasyakuran Manggulan Sambut HUT Ke-81 RI
Pawai Budaya SMP/MTs Nganjuk, SMPN 2 Angkat Mataram Kuno dan SMPN 4 Tampilkan Kerajaan Blambangan
Carnival Party Bulakrejo Nganjuk Meriah, Jadi Wadah Seni dan Kreativitas Warga
Harmoni Budaya di TMII, Pemkab Nganjuk Kenalkan Kekayaan Seni dan Budaya ke Tingkat Nasional
Seni Tiban, Adu Laga Cambuk Warisan Leluhur Tampil Perdana di Nganjuk
Ribuan Warga Padati Siraman Sedudo 2026, Bupati Marhaen Ajak Lestarikan Warisan Budaya

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:08

Terkendala Permodalan, Batik Tulis Jati Waras Nganjuk Sulit Berkembang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:15

Camat Loceret Buka Parade Seni Budaya, Semarakkan HUT RI Ke-81 dengan Semangat Bhineka Tunggal Ika

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:31

HUT RI ke-81 di Banjaranyar Nganjuk Digelar Bernuansa Tempo Dulu, Ribuan Warga Kenakan Pakaian Jadul

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:14

Warga Griya Anjuk Ladang 2 Gelar Tasyakuran Manggulan Sambut HUT Ke-81 RI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:42

Pawai Budaya SMP/MTs Nganjuk, SMPN 2 Angkat Mataram Kuno dan SMPN 4 Tampilkan Kerajaan Blambangan

Berita Terbaru