Nganjuk, KabarNganjuk.com –Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk Pusat Madiun kembali menggelar tradisi Malam Suro yang dirangkaikan dengan agenda akbar pengesahan warga baru. Prosesi sakral ini dilaksanakan secara khidmat pada Selasa (23/6) malam, bertepatan dengan momentum menyambut bulan Muharram 1448 Hijriah.
Agenda tahunan tersebut dipusatkan di Pusat Latihan dan Pendidikan (Puslatdik) PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun yang berlokasi di Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor.

Acara yang populer disebut pengesahan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kangmas Drs. R. Moerdjoko HW, beserta Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., dan Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy Cahyo Saputro.
Turut hadir jajaran Forkopimda dan tokoh daerah, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, S.Sos. beserta beberapa anggota dewan, Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol Inf. Muhammad Iqbal Lubis, S.E., Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk, Oki Basuki Rachmat, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Dr. Dino Kriesmiardi, S.H., M.H., Kepala Lapas Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, Ketua IPSI Nganjuk, Muhammad Iqbal Lubis, S.E., serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kangmas Drs. R. Moerdjoko HW menyatakan bahwa Bulan Suro merupakan momentum untuk selalu mawas diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Langkah ini penting guna memperbaiki akhlak spiritual, perilaku, adab, serta rasa persaudaraan dalam semua hal, sekaligus meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan. Hal ini sejalan dengan tujuan utama PSHT, yaitu membentuk manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Kangmas Moerdjoko.

Sementara itu, Ketua Dewan Cabang PSHT Nganjuk Pusat Madiun, Kangmas Harsono, menjelaskan filosofi di balik pemilihan bulan Muharram sebagai waktu pengesahan warga baru. Ia memaparkan bahwa Muharram adalah bulan pertama dalam satu tahun ke depan, yang diyakini menyimpan banyak peristiwa kemanusiaan bernilai sejarah tinggi untuk ditapaktilasi.
“Tujuannya agar kita bisa ngalap berkah (mencari berkah). Sebab, pada bulan Muharram ini, ampunan diberikan Tuhan kepada para nabi. Salah satunya peristiwa yang menunjukkan betapa kemahabesaran mukjizat Nabi Musa. Saya mencontohkan dari sisi agamis karena saya memang seorang muslim,” jelas Kangmas Harsono.
Di tempat yang sama, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang juga merupakan warga PSHT, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi mendalam atas suksesnya agenda pengesahan tersebut. Beliau meyakini kekuatan besar yang dimiliki organisasi ini, baik di tingkat daerah maupun global.
“Selamat dan sukses atas pengesahan warga baru PSHT pada tahun 2026 ini. Dengan kurang lebih 3.309 warga baru yang disahkan dari internal Nganjuk, saya yakin Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu penyumbang warga terbanyak. Saat ini, saya meyakini PSHT adalah perguruan pencak silat terbesar di dunia, terlebih ekspansinya di luar negeri dan di Indonesia sudah tersebar di sekitar 378 cabang. Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” ungkap Marhaen Djumadi.

Bupati Marhaen juga menekankan pentingnya penguatan kualitas mental dan moral bagi para anggota yang baru disahkan. Mewakili jajaran Forkopimda, beliau menitipkan amanat besar kepada pengurus serta para pendekar baru untuk aktif menjaga stabilitas daerah.
Sebelum acara keceran (prosesi sakral penetesan air suci ke mata para calon warga) dimulai, Ketua Cabang PSHT Nganjuk Pusat Madiun, Kangmas Gondo Hariyono, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian aktivitas pengesahan dituntaskan dalam waktu satu malam di lokasi yang sama. Pihaknya bersyukur seluruh prosesi dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar berkat kerja sama semua pihak.
“Harapan kami, mereka benar-benar bisa menjadi seorang pendekar yang bermanfaat bagi masyarakat umum serta kedua orang tua mereka. Menjadi sosok yang berbudi luhur, tahu mana yang benar dan salah, serta senantiasa beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Kangmas Gondo.

Lebih lanjut, ia menguraikan rincian peserta pengesahan yang tidak hanya datang dari wilayah domestik Nganjuk. “Kami juga menerima titipan amanah untuk disahkan di sini. Di antaranya berasal dari Timor Leste sebanyak 3 orang, dari Trenggalek 7 orang, dari Kota Madiun 3 orang, dan dari Kabupaten Madiun 2 orang. Sehingga jika diakumulasikan, total keseluruhan calon warga yang resmi disahkan pada malam ini mencapai 3.321 orang,” urainya secara rinci.
Setelah prosesi sambutan, wejangan, dan doa bersama rampung digelar, acara ditutup dengan tradisi kembul bujana atau makan bersama. Sajian tumpeng yang dinikmati bersama oleh bupati, jajaran Forkopimda, pengurus pusat, pengurus cabang, serta perwakilan lintas perguruan pencak silat yang hadir menjadi simbol perwujudan rasa syukur yang mendalam atas karunia, kerukunan, dan kedamaian di Kabupaten Nganjuk.





