Nganjuk, KabarNganjuk.com- Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, berbagai elemen serikat buruh, LSM, dan komunitas masyarakat di Kabupaten Nganjuk menggelar ziarah serta tabur bunga di makam Marsinah yang berada di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kamis (1/5/2026).
Kegiatan ini diikuti sejumlah organisasi, seperti Konfederasi Serikat buruh seluruh Indonesia (KSBSI), DPC Hukatan Kabupaten Nganjuk, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Grip Jaya dan Peduli Masyarakat Nganjuk, hingga komunitas lokal lainnya. Para peserta hadir dengan atribut masing-masing dan mengikuti rangkaian acara secara khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan kaum buruh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara Marsinah. Sosok Marsinah sendiri dikenal sebagai aktivis buruh yang gugur pada Mei 1993 usai memperjuangkan hak-hak pekerja di Sidoarjo, dan kini dikenang sebagai simbol perlawanan serta perjuangan buruh di Indonesia.
Di Kabupaten Nganjuk, peringatan May Day memang kerap diwarnai dengan kegiatan ziarah ke makam Marsinah. Hal ini menjadi tradisi sekaligus pengingat akan nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya. Makam Marsinah yang berada di TPU Desa Nglundo, Sukomoro, juga telah menjadi salah satu titik penting dalam setiap peringatan Hari Buruh.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini mencerminkan kepedulian bersama terhadap isu ketenagakerjaan, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Nganjuk sebagai daerah tempat peristirahatan terakhir Marsinah yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Ketua DPC Hukatan Kabupaten Nganjuk, Budi Santoso, menyampaikan bahwa peringatan May Day melalui ziarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjuangan buruh yang masih relevan hingga saat ini.
“Semangat Marsinah harus terus dijaga. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh secara adil dan bermartabat,” ungkapnya.
Selain itu, para peserta juga berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat semakin serius dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja, khususnya di daerah.
Kegiatan berlangsung tertib, penuh kekhidmatan, serta sarat nilai kebersamaan. Ziarah ini menjadi simbol bahwa semangat perjuangan Marsinah tidak pernah padam dan terus menginspirasi generasi buruh masa kini.(Lifa)

