Nganjuk, KabarNganjuk.com – Ruas jalan penghubung antara Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Patianrowo di Desa Kedungmlaten, Kabupaten Nganjuk, mengalami kerusakan parah meski baru selesai dibangun sekitar dua bulan lalu.
Jalan dengan konstruksi rigit beton tersebut dilaporkan ambles hingga menyebabkan cor beton patah. Proyek yang dibiayai dari APBD Kabupaten Nganjuk dengan nilai lebih dari Rp237 juta itu sebelumnya dikerjakan pada akhir tahun 2025, namun pada Februari 2026 sudah mengalami kerusakan serius.
Akibat kondisi tersebut, kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Sementara pengendara roda dua harus ekstra berhati-hati karena kondisi jalan yang miring dan cukup curam, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Kerusakan ini diduga disebabkan oleh faktor konstruksi yang kurang tepat. Meski menggunakan material beton yang kuat, struktur jalan dinilai tidak didukung dengan pondasi yang memadai, seperti penggunaan pasak bumi dan blandar beton. Kondisi tanah di lokasi yang cenderung bergerak ke arah sungai di sisi jalan juga memperparah kerusakan.
Salah satu warga setempat, Sumadi, mengungkapkan bahwa kerusakan mulai terlihat sejak Februari. Ia menyebut kondisi jalan yang miring kerap memicu kecelakaan bagi pengguna jalan.
“Mulai longsornya ya dari bulan puasa kemaren, bulan Februari 2026. pondasinya nggak kuat ini karena nggak ditopang pakai pasak bumi sama blandar beton. buat kondisi jalannya ya jelas membahayakan wong sering ada orang yang jatuh kok,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dengan metode konstruksi yang lebih tepat, termasuk memperkuat struktur penahan agar jalan tidak kembali ambles di kemudian hari.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kabar Nganjuk





