Nganjuk, KabarNganjuk.com – Pergantian patung Marsinah di Kabupaten Nganjuk menuai sorotan dari kalangan buruh. Patung lama yang sebelumnya menjadi simbol perjuangan pekerja kini digantikan dengan patung baru berbahan perunggu.
Permasalahan muncul setelah patung lama tersebut terlihat diletakkan begitu saja di samping bangunan koperasi desa tanpa penataan yang layak. Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap sosok Marsinah sebagai ikon perjuangan buruh.
Salah satu perwakilan serikat buruh yaitu ketua KSBSI, Kelik Widi Wahyuono menyayangkan perlakuan terhadap patung lama tersebut. Ia menilai, patung tersebut seharusnya tetap dirawat dan ditempatkan secara terhormat.
“Ini bukan sekadar patung, tapi simbol perjuangan buruh. Seharusnya diperlakukan dengan layak, bukan diletakkan begitu saja tanpa kejelasan,” ujarnya.
Kalangan buruh juga mempertanyakan kebijakan pergantian patung tanpa adanya penjelasan terkait nasib patung lama. Mereka meminta pemerintah daerah memberikan transparansi sekaligus solusi penataan yang lebih baik.
“Kami berharap ada penjelasan resmi dari pemerintah. Kalau memang diganti, patung lama tetap harus dihargai, bisa ditempatkan di lokasi yang lebih pantas atau dijadikan bagian dari sejarah,” tambahnya.
Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia, sehingga keberadaan patungnya memiliki nilai historis dan emosional bagi kalangan buruh.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan patung lama tersebut. Para buruh berharap pemerintah segera mengambil langkah agar simbol perjuangan itu tetap terjaga dan tidak kehilangan maknanya.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kabar Nganjuk



