Antisipasi Peredaran Uang Palsu, Pedagang Siapkan Alat Deteksi Uang

Senin, 29 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antisipasi Peredaran Uang Palsu: Pedagang Siapkan Alat Deteksi Uang

Antisipasi Peredaran Uang Palsu: Pedagang Siapkan Alat Deteksi Uang

KabarNganjuk.com—Peredaran uang palsu yang semakin marak di Nganjuk telah menimbulkan keresahan di kalangan pedagang, dari pedagang besar hingga pedagang sayur. Sebagai upaya mengatasi masalah ini, banyak pedagang kini mulai menggunakan alat deteksi untuk membedakan uang asli dan palsu.

Di Kelurahan Guyangan, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, sebuah toko yang setiap hari melakukan transaksi mencapai 500 juta rupiah telah mengambil langkah antisipasi sejak lima tahun lalu dengan menyiapkan alat deteksi uang. Pemilik toko, Imam Suwito, menyatakan bahwa ia seringkali mendapatkan uang palsu saat membawa uang ke bank, yang sering kali berakhir dengan uang yang sobek dan tanpa penggantian dari pihak bank.

“Selama ini, kami mengalami masalah dengan uang palsu yang sering kami temui saat bertransaksi di bank. Untuk itu, kami memutuskan untuk menggunakan alat deteksi ini sebagai langkah pencegahan,” ujar Imam Suwito dalam wawancara.

Suparmi, Pedagang Sayur

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh Suparmi, seorang pedagang sayur di Jalan A Yani, Kota Nganjuk. Suparmi baru-baru ini membeli alat deteksi uang setelah mengalami kejadian serupa di mana ia menerima uang palsu dari pembeli. “Keuntungan kami tidak besar, jadi sangat mengecewakan jika mendapatkan uang palsu. Anak saya membelikan alat deteksi ini agar kami bisa lebih berhati-hati,” jelas Suparmi.

Inawati, Korban Uang Palsu

Sebelumnya, Inawati, seorang warga Sukorejo, Loceret, yang juga menjadi korban uang palsu, telah melaporkan kasusnya ke Polres Nganjuk dengan pendampingan pengacara. “Kami merasa sangat dirugikan dan berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas,” ujar Inawati.

Wahju Priyo Djatmiko, tokoh masyarakat Nganjuk

Menanggapi situasi ini, Wahju Priyo Djatmiko, tokoh masyarakat Nganjuk, meminta Polres Nganjuk untuk bertindak lebih tegas terhadap pelaku peredaran uang palsu. “Masalah ini sangat meresahkan, terutama bagi masyarakat kecil seperti pedagang yang menjadi korban. Kami mendesak agar tindakan yang lebih serius diambil untuk mengatasi peredaran uang palsu ini,” tegas Wahju Priyo Djatmiko.

Masalah peredaran uang palsu ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang, dengan harapan agar tindakan preventif dan penegakan hukum dapat mengurangi dampak negatifnya terhadap ekonomi lokal.

Berita Terkait

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk
Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya
Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil
Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun
Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata
Warga Gampeng Ngluyu Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustasi Sakit Menahun
Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno
Sertifikat Tak Kunjung Jadi, Ibu Suwartini Datangi Kantor Redaksi, Ungkapkan Kekecewaan

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:50

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 15:59

Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54

Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 13:59

Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun

Senin, 9 Maret 2026 - 13:05

Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata

Berita Terbaru