Diduga Bayinya Diambil Paksa, Seorang Ibu di Nganjuk Lapor Polisi

Selasa, 15 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabaraNganjuk.com – Nganjuk, Senin (14/8/2023) Reza Zulailiyah (RZ) 22 th warga desa Babadan kecamatan Pace Nganjuk Jawa timur didampingi pengacaranya Sunarji, SH melapor ke Polres Nganjuk atas dugaan bayi yang di lahirkan di bawa kabur oleh Supiyah (SPY).

Bermula saat Reza Zulailiyah bekerja di Sidoarjo, memiliki hubungan diluar nikah dengan pria asal Sidoarjo yang bernama Alex (ALX) dan hamil.

Karena di Sidoarjo RZ tidak memiliki saudara, ia memutuskan untuk pulang ke Nganjuk, dan melahirkan anaknya disalah satu rumah sakit swasta, sejak saat itu hubungannya dengan ALX sudah putus kontak.

Sesaat setelah persalinan, tepatnya pada  (18/7/2023) RZ didatangi Supiyah (SPY) yang berprofesi sebagai pedagang sayur keliling yang kenal dengan keluarganya,  menawarkan jasa, ada yang mau merawat bayinya, namun RZ tidak mengetahui siapa orang yang dimaksudkan untuk merawat bayinya.

 

Jelang kepulangan RZ, saat proses penyelesaian administrasi di Rumah Sakit, tiba-tiba SPY memberi uang kepada ibu RZ sebesar Rp 4.000.000 (Empat Juta Rupiah) karena tak tahu maksud pemberian SPY maka ibu RZ pun bertanya untuk apa uang tersebut, yang kemudian dijawab oleh SPY bahwa uang itu untuk biaya rumah sakit.

Sesampai di rumah, RZ tidak melihat bayinya dan bertanya kepada keluarga, namun tidak mendapatkan jawaban, dan RZ terus mencari keberadaan bayinya, karena bayi yang dilahirkan tidak berada dalam pelukan.

Selaku kuasa hukum , Sunarji, SH mengatakan bahwa kliennya diminta ganti rugi sebesar Rp 24.700.000 oleh Jumari (JMR) pria asal Gondang Pace yang telah merawat bayinya, namun keluarga RZ tidak mampu, hanya mampu memberi sebesar Rp 5.000.000, JMR keberatan dan bahkan mengancam bayinya akan diterlantarkan apabila tidak diselesaikan hari itu juga.

“Saya akan dampingi klien saya RZ sampai bayi itu kembali kepangkuan,” ungkap Sunarji.

Sementara itu SPY, saat didatangi di rumahnya mengaku keinginannya membantu RZ agar bayi yang dilahirkan bisa hidup layak bersama JMR. (Yohan)

Berita Terkait

Angkat Budaya Sumatera Barat, SDN 1 Ploso Tampilkan Semangat Cinta Nusantara di Pawai Budaya Nganjuk
DPC APJI Nganjuk Berperan Aktif Dukung Progran PDP APJI Dalam Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf Subsektor Kuliner Yang Di Gelar Disbudpar Jatim
DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  
DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  
Gagal Menyalip, Panther VS Ayla Adu Banteng di Kertosono, Dua Orang alami Lukano Ayla di Kertosono
Audit dan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Bersama Dinas Perhubungan Kab. Nganjuk
Listrik Padam 6 Jam di Nganjuk, Peternak Koi Kelimpungan Khawatir Ratusan Ikan Mati
BARONGAN Sikapi Dugaan Kekerasan Siswa SMKN 1 Gondang, Minta Pemeriksaan Transparan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:05

Angkat Budaya Sumatera Barat, SDN 1 Ploso Tampilkan Semangat Cinta Nusantara di Pawai Budaya Nganjuk

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:49

DPC APJI Nganjuk Berperan Aktif Dukung Progran PDP APJI Dalam Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf Subsektor Kuliner Yang Di Gelar Disbudpar Jatim

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:11

DPC APJI Nganjuk Siap Sukseskan Pelatihan Boga Kolaborasi DPD APJI Jatim dan Dinas kebudayaan dan pariwisata  

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:42

Gagal Menyalip, Panther VS Ayla Adu Banteng di Kertosono, Dua Orang alami Lukano Ayla di Kertosono

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15

Audit dan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Bersama Dinas Perhubungan Kab. Nganjuk

Berita Terbaru