Kasus Stunting dan Kematian Ibu Meningkat, Komisi 4 DPRD Nganjuk Soroti Pelayanan Kesehatan

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Peningkatan angka stunting dan kasus kematian ibu menjadi perhatian serius Komisi 4 DPRD Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, jumlah anak stunting dan kematian ibu menunjukkan kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk mengurai persoalan tersebut, Komisi 4 DPRD Nganjuk memanggil Dinas Kesehatan serta sejumlah kepala puskesmas yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Rapat dengar pendapat (RDP) tersebut berlangsung tertutup di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) lantai 2 Gedung DPRD Nganjuk.

Dalam pemaparan data, jumlah kematian ibu di Kabupaten Nganjuk tercatat sebanyak 10 orang pada 2024. Angka tersebut meningkat menjadi 11 orang pada 2025, kemudian mencapai 17 orang pada 2026.

Sementara itu, jumlah anak stunting juga mengalami peningkatan. Pada 2025, tercatat sebanyak 2.145 anak mengalami stunting. Jumlah tersebut meningkat menjadi 4.149 anak pada 2026, berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat.

Peningkatan angka tersebut menjadi perhatian legislatif, terutama terkait upaya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan ibu hamil dan anak berisiko stunting. Pelayanan di tingkat puskesmas juga menjadi salah satu hal yang disoroti dalam pembahasan bersama dinas terkait.

Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Nganjuk, Fauzi Irwana, menekankan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendeteksi risiko kehamilan dan menangani kasus stunting sejak dini.

(Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Nganjuk, Fauzi Irwana)

“Kurangnya pelayanan yang maksimal, terutama dalam deteksi dini dan penanganan ibu hamil serta stunting, harus menjadi perhatian serius dinas terkait. Upaya pencegahan dan penanganan perlu lebih ditingkatkan, terlebih pemerintah daerah telah menganggarkan dana untuk mendukung program tersebut,” ujar Fauzi Irwana.

Komisi 4 DPRD Nganjuk berharap evaluasi bersama Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas dapat menghasilkan langkah perbaikan yang lebih terarah. Dengan demikian, pencegahan stunting dan penurunan angka kematian ibu dapat menjadi perhatian bersama melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Nganjuk.

Berita Terkait

Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok
Pemkab Nganjuk dan PERADI Gelar Seminar Nasional Transformasi Hukum Pidana Indonesia
Sidak Komisi 4 DPRD Nganjuk, Pembangunan Puskesmas Bagor Baru Capai 44 Persen
Bahas Raperda APBD, DPRD Kabupaten Nganjuk Gelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi
Motor Ditinggal di Depan Warung, Honda Scoopy Milik Warga Ngronggot Raib, Terduga Pelaku Diamankan
Bupati dan Wabup Nganjuk Resmikan Jalan di Lengkong dan Gondang, Perkuat Pemerataan Infrastruktur
Diduga Kurang Pengawasan, Truk Sampah DLH Nganjuk Dipakai untuk Boyongan
Derita Pasien BPJS PBI di Jombang: Tiga Bulan Menahan Sakit Tanpa Tindakan Medis

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:02

Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49

Kasus Stunting dan Kematian Ibu Meningkat, Komisi 4 DPRD Nganjuk Soroti Pelayanan Kesehatan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:01

Pemkab Nganjuk dan PERADI Gelar Seminar Nasional Transformasi Hukum Pidana Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37

Sidak Komisi 4 DPRD Nganjuk, Pembangunan Puskesmas Bagor Baru Capai 44 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:44

Bahas Raperda APBD, DPRD Kabupaten Nganjuk Gelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi

Berita Terbaru