Diduga Kurang Pengawasan, Truk Sampah DLH Nganjuk Dipakai untuk Boyongan

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com — Dugaan penyalahgunaan fasilitas negara kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Nganjuk. Satu unit truk sampah berpelat merah dengan nomor polisi AG 8265 VP yang diduga milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi saat jam kerja operasional berlangsung.

Truk bernopol AG 8265 VP yang seharusnya difungsikan untuk pengangkutan sampah rumah tangga dan kebersihan kota tersebut justru terlihat membantu aktivitas persiapan lokasi yang ditengarai akan dijadikan tempat usaha penjualan makanan.

Penggunaan aset dinas di luar peruntukannya ini memicu kritik keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan (LSM GAKK) Kabupaten Nganjuk. Ketua LSM GAKK, Sumarno, menyoroti dua persoalan krusial dalam insiden tersebut.

“Pertama, ada indikasi kuat penggunaan aset dinas untuk kepentingan pribadi di jam kerja. Kedua, ini menyangkut masalah higienitas. Truk sampah secara alamiah membawa kuman dan kotoran, sangat tidak layak jika dilibatkan dalam persiapan tempat usaha yang bergerak di bidang kuliner,” tegas Sumarno.

Sumarno menambahkan, persoalan tata kelola fasilitas publik seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Jika pengawasan terhadap penggunaan aset dasar saja terabaikan, timbul kekhawatiran atas potensi penyimpangan pada tata kelola anggaran atau aset yang lebih besar.

​Menanggapi laporan tersebut, pihak LSM GAKK telah melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Jito. Sopir armada truk dinas tersebut disinyalir berinisial Sg.

​Pihak Dinas Lingkungan Hidup menyatakan akan segera melakukan koordinasi internal dan mengevaluasi kebenaran informasi tersebut, termasuk menelusuri motif serta peruntukan aktivitas kendaraan bernopol AG 8265 VP di lapangan pada saat kejadian.

Berita Terkait

Derita Pasien BPJS PBI di Jombang: Tiga Bulan Menahan Sakit Tanpa Tindakan Medis
Sewa Pick Up Dua Hari, Mobil Tak Kembali, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Perangkat Desa di Loceret Diduga Gadaikan BPKB Mobil Siaga, Nilainya Disebut Capai Rp65 Juta
Buka Festival Literasi Nganjuk 2026, Wabup Trihandy Ajak Masyarakat Kritis dan Lestarikan Sejarah Lokal
Diduga emosi Kasat Pol PP Nganjuk ngajak Jotosan warga Saat Menanyakan permohonan
Hidup Sebatang Kara di Usia Senja, Mbah Slamet Bertahan Dari Belas Kasihan Tetangga
Peringati Hari Santri dan World Rabies Day, Pemkab Nganjuk Gelar Pemeriksaan Hewan Gratis
Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:47

Diduga Kurang Pengawasan, Truk Sampah DLH Nganjuk Dipakai untuk Boyongan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:31

Derita Pasien BPJS PBI di Jombang: Tiga Bulan Menahan Sakit Tanpa Tindakan Medis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:01

Sewa Pick Up Dua Hari, Mobil Tak Kembali, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:03

Perangkat Desa di Loceret Diduga Gadaikan BPKB Mobil Siaga, Nilainya Disebut Capai Rp65 Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:16

Buka Festival Literasi Nganjuk 2026, Wabup Trihandy Ajak Masyarakat Kritis dan Lestarikan Sejarah Lokal

Berita Terbaru