Korban Diduga Keracunan MBG di Nganjuk Capai 127 Siswa, Bupati Marhaen Jenguk Korban

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk terus bertambah. Hingga Kamis (3/9/2026) malam, tercatat sebanyak 127 siswa diduga mengalami gejala keracunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Sementara korban lainnya telah diperbolehkan pulang dan akan menjalani perawatan secara rawat jalan.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turut turun langsung dengan menjenguk para siswa yang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Nganjuk.

Di RSU Nganjuk, terdapat empat pasien yang masih menjalani perawatan dari total sebelumnya sebanyak 28 pasien. Secara umum, kondisi para pasien telah membaik dan direncanakan segera diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Sementara di RS Bhayangkara Nganjuk, masih terdapat tujuh pasien yang dirawat dari total sebelumnya 27 pasien. Empat pasien di antaranya direncanakan dipulangkan untuk selanjutnya menjalani rawat jalan.

Korban lainnya masih menjalani perawatan di RSI Aisyah serta sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Terkait biaya pengobatan, Pemkab Nganjuk memastikan akan memberikan dukungan terhadap penanganan para korban. Pemkab juga akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pembiayaan perawatan.

“Mulai biaya kami akan komunikasi dengan BGN, namun jika diserahkan Pemda kami juga siap. Intinya pemerintah akan support semuanya,” ujar Marhaen.

Sebelumnya, sejumlah siswa SMAN 3 Nganjuk dan SLB Nganjuk Kota diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yang disuplai dari SPPG Begadung 2 Nganjuk.

Menu yang dikonsumsi di antaranya nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, acar, dan buah semangka. Para siswa kemudian mengalami sejumlah gejala, seperti mual, pusing, hingga muntah-muntah.

Hingga kini, penanganan terhadap para korban masih dilakukan, sementara pihak terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan.(Nur/Adv)

Berita Terkait

Truk Parkir Liar di Exit Tol Nganjuk Masih Berulang, Polisi Tilang Sedikitnya 15 Kendaraan per Hari
Green Policing, Kapolres Nganjuk Bersama Masyarakat Tanam Pohon di Taman Pandan Wilis
Kapolres Nganjuk Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Siswa SDN Kedondong
Satresnarkoba Nganjuk Bongkar Dua Kasus Sabu, Barang Bukti 6,56 Gram Disita
Rsud Kertosono Sambut Kehadiran Dokter Spesialis Baru Dan Peringati Hari Santri Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Bupati Marhaen Ajak Santri Nganjuk Berinovasi Menuju Indonesia Emas
Pengacara Dampingi Lilik, Penjual Rempeyek yang Mengaku Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif di Nganjuk
Korban Dugaan Kredit Fiktif Mengadu ke Bupati Nganjuk, Berharap Ada Solusi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:58

Truk Parkir Liar di Exit Tol Nganjuk Masih Berulang, Polisi Tilang Sedikitnya 15 Kendaraan per Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:40

Green Policing, Kapolres Nganjuk Bersama Masyarakat Tanam Pohon di Taman Pandan Wilis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:27

Kapolres Nganjuk Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Siswa SDN Kedondong

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:54

Satresnarkoba Nganjuk Bongkar Dua Kasus Sabu, Barang Bukti 6,56 Gram Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:17

Rsud Kertosono Sambut Kehadiran Dokter Spesialis Baru Dan Peringati Hari Santri Nasional 2026

Berita Terbaru