NGANJUK, KabarNganjuk.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, merawat persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi atau yang akrab disapa Kang Marhaen, mengajak seluruh santri untuk terus menyalakan semangat perjuangan para ulama melalui inovasi, kreativitas, dan karya nyata di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, santri memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah mencatat bahwa ulama dan santri turut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Semangat perjuangan tersebut perlu terus dilanjutkan oleh generasi santri masa kini melalui kontribusi positif di berbagai bidang kehidupan.
Di era modern, santri tidak hanya dituntut untuk menjaga tradisi keilmuan Islam dan nilai-nilai pesantren, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan agar mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Penguasaan ilmu pengetahuan, pemanfaatan teknologi, kreativitas, serta semangat berwirausaha menjadi bagian penting dalam mempersiapkan santri menghadapi masa depan.
Kang Marhaen mengajak para santri, khususnya di Kabupaten Nganjuk, untuk terus meningkatkan kualitas diri tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan di lingkungan pesantren. Menurutnya, perpaduan antara ilmu agama, pengetahuan umum, dan kemampuan beradaptasi akan menjadi bekal penting bagi santri untuk mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat.
Momentum Hari Santri Nasional tahun ini juga sejalan dengan tema nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kontribusi santri dalam memperkuat bangsa melalui karakter yang kuat, kedalaman ilmu, kemandirian, serta keberanian untuk berinovasi.

Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, generasi santri diharapkan tidak hanya menjadi penerus tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga mampu tampil sebagai penggerak perubahan. Santri memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi, hingga pembangunan masyarakat.
Selain meningkatkan kompetensi, semangat kebangsaan juga perlu terus ditanamkan dalam kehidupan santri. Nilai-nilai keislaman yang menjunjung kedamaian, persaudaraan, dan toleransi dapat menjadi landasan untuk menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kang Marhaen juga mengajak seluruh santri untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap bangga terhadap identitasnya sebagai santri yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat kebangsaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan pengabdian nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Kabupaten Nganjuk, keberadaan pesantren dan para santri merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak. Peran santri diharapkan terus berkembang seiring dengan kebutuhan pembangunan daerah, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, semangat perjuangan para ulama diharapkan terus hidup dalam diri generasi muda. Santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan, produktif dalam berkarya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Dengan semangat tersebut, santri tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga bagian dari generasi yang ikut menentukan arah masa depan bangsa. Persatuan, kreativitas, ilmu pengetahuan, dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera menuju 2045. (Adv Nur)





