Nganjuk, KabarNganjuk.com- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Sugeng Rahayu dengan truk tronton terjadi di jalan nasional, tepatnya di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 27 korban harus menjalani perawatan di dua rumah sakit.
Berdasarkan data petugas Jasa Raharja, Rivan Adinata menyampaikan bahwa 13 korban dengan luka ringan dirawat di RS Bhayangkara. Sementara 14 korban lainnya dirawat di RSD Nganjuk. Diketahui, Sarni yang merupakan kenek bus mengalami patah kaki.
Herman, kondektur bus, saat mendampingi rekannya di RS Bhayangkara Nganjuk, mengatakan bahwa saat kejadian terdapat sekitar 40 penumpang di dalam bus yang tengah melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Yogyakarta.
“Penumpang bus sekitar 40-an orang,” ujar Herman.
Sementara, Kanit Gakkum Satlantas, Ipda Wahby Irfan, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat bus dan truk melaju dari arah berlawanan. Saat berada di tikungan, truk diduga terlalu mengambil jalur ke kanan hingga bertemu dengan bus.
Kedua pengemudi sempat berusaha menghindar dengan sama-sama membanting setir ke kiri. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat benturan tersebut, truk menabrak pembatas jalan dan pohon, sementara bus Sugeng Rahayu terjun ke sungai.
“Bus dan truk melaju dari arah berlawanan. Di tikungan, truk terlalu ke kanan sehingga masuk ke jalur bus. Keduanya sempat menghindar, namun jarak sudah terlalu dekat sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari. Truk menabrak pembatas jalan dan pohon, sedangkan bus masuk ke sungai,” jelasnya.
Hingga saat ini, seluruh korban masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara dan RSD Nganjuk.
Ipda Wahby Irfan juga mengimbau khususnya kepada masyarakat Nganjuk untuk selalu berhati-hati saat berkendara. Ia mengingatkan agar kejadian yang menimbulkan korban tidak terulang kembali dan tidak disesali di kemudian hari.
Selain itu, masyarakat diharapkan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.





