Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk – Upacara sakral Manusuk Sima yang digelar di Candi Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Nganjuk.

Nuansa khidmat terasa sejak awal prosesi. Kepulan asap dupa dengan aroma khas kemenyan mengiringi langkah seorang resi yang berjalan menuju lokasi upacara. Suasana sakral ini semakin memperkuat nilai budaya dan spiritual dalam tradisi Manusuk Sima yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sebelum prosesi inti dimulai, digelar pertunjukan teatrikal yang menggambarkan peperangan antara pasukan Mataram Medang melawan Sriwijaya. Dalam kisah tersebut, kemenangan diraih oleh Mataram Medang dengan bantuan Mpu Anjuk Ladang. Atas jasa tersebut, Raja Mpu Sendok memberikan hadiah berupa tanah perdikan atau tanah bebas dari 12 jenis pajak.

Sejarah itulah yang kemudian melatarbelakangi penamaan wilayah di sekitar Candi Lor sebagai Anjuk Ladang, yang berarti tanah kemenangan. Seiring berjalannya waktu, nama tersebut berkembang menjadi Nganjuk seperti yang dikenal saat ini.

Memasuki prosesi inti Manusuk Sima, resi bersama rombongan berjalan menuju altar candi dengan penuh kekhusyukan. Ritual diawali dengan memecahkan telur, menaburkan tanah putih, serta mengangkat pusaka ke atas sebagai simbol kemenangan dan rasa syukur.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tradisi ini memiliki makna historis yang sangat penting bagi masyarakat Nganjuk. Ia menjelaskan, sekitar 1.089 tahun silam, Mpu Sendok memberikan anugerah tanah kemerdekaan atau tanah bebas pajak kepada masyarakat sebagai bentuk penghargaan atas kemenangan melawan Sriwijaya.

“Di sinilah cikal bakal berdirinya Nganjuk, yang berawal dari tanah kemenangan atau Anjuk Ladang,” ujar Marhaen.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berencana melakukan pemugaran Candi Lor agar dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Langkah ini diharapkan mampu menarik wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.

Dengan digelarnya Manusuk Sima sebagai puncak peringatan HUT, masyarakat diharapkan semakin memahami dan menghargai sejarah panjang yang menjadi identitas Kabupaten Nganjuk.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

Gudang Rosok di Paron Nganjuk Terbakar, Diduga Konsleting Listrik
DPRD dan Bupati Nganjuk Setujui Raperda Perubahan APBD 2026, Target PAD Naik
Rayakan Harhubnas 2026, Kang Marhaen Ajak Ratusan Komunitas Kendaraan Ngopi Bareng
Angkat Pesona Desa Warisan Nusantara, Night Carnival Cubung Solid Nganjuk Berlangsung Spektakuler
Bawakan Tema Kedaulatan Pangan, CV SEMI Group Tampil All Out di Night Carnival Kecubung Solid 2026
DPC PDI Perjuangan Nganjuk Gelar Baksos Salurkan 100 Ribu Liter Air Bersih
Menakar Kriteria Sekda Nganjuk Ideal: Bebas Oligarki dan Piawai Mengorkestrasi Birokrasi
Penghentian Pabrik Pakan di Nganjuk Dipertanyakan, DLH Diminta Buka Hasil Verifikasi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:54

Gudang Rosok di Paron Nganjuk Terbakar, Diduga Konsleting Listrik

Selasa, 22 September 2026 - 10:02

DPRD dan Bupati Nganjuk Setujui Raperda Perubahan APBD 2026, Target PAD Naik

Selasa, 22 September 2026 - 09:36

Rayakan Harhubnas 2026, Kang Marhaen Ajak Ratusan Komunitas Kendaraan Ngopi Bareng

Senin, 21 September 2026 - 17:48

Angkat Pesona Desa Warisan Nusantara, Night Carnival Cubung Solid Nganjuk Berlangsung Spektakuler

Senin, 21 September 2026 - 17:34

Bawakan Tema Kedaulatan Pangan, CV SEMI Group Tampil All Out di Night Carnival Kecubung Solid 2026

Berita Terbaru