Nganjuk, KabarNganjuk.com – Harga gabah di tingkat bulog yang di stabilkan oleh presiden prabowo menguntungkan bagi petani, harga dipatok menjadi sekitar Rp. 6.500. Pada musim panen raya padi di wilayah kabupaten Nganjuk, Jawa Timur kali ini. Petani mengaku mendapat keuntungan tinggi, karena saat akhir musim panen saat ini harga bisa tembus hingga Rp. 7.100.
Hasil panen padi memiliki kualitas yang bagus karena randemen padi tinggi, hal itu lah yang menjadikan harga gabah meningkat hingga di atas harga standart bulog biasanya. Petani bisa menghasilkan sekitar 12 kwintal gabah dari tanah 100 ru.
Dalam proses mempercepat panen padi, petani menggunakan mesin combine, sedangkan untuk mengangkut hasil angkutan petani memakai ojek sawah atau ojek hasil panen. Hasil panen diangkut menggunakan sepeda motor yang telah di modifikasi spesialis angkutan panen, sehingga dalam sekali angkut ojek dapat mengangkut 3 hingga 4 sak gabah.
Salah satu petani padi, Suwanto mengatakan bahwa dengan di stabilkannya harga gabah oleh presiden prabowo sekarang sangat membantu petani ketika musim panen tiba. Ia mengaku pada musim tanam kali ini hasil panen miliknya sangat bagus yang membuatnya bisa menghasilkan harga yang bagus juga.
“harga sekaraang mundak-mundak seperti harga emas, sekarang bisa mencapai Rp.7.150 terus harga bulog dipatok dengan harga Rp. 6.500,” ujarnya.
Diketahui ojek hasil panen bekerja 3 jam untuk bisa mendapatkan hasil Rp.1.400.000 yang di kerjakan oleh 4 orang pengojek.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kabar Nganjuk
