Protes Tambang Bermasalah, Massa SLJ dan GAKK Datangi DPRD Nganjuk

Kamis, 6 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Ratusan massa dari Salam Lima Jari ( SLJ) dan Gerakan Anti Korupsi dan Kriminalitas ( GAKK), gelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Nganjuk dan diteruskan di DPRD Kabupaten Nganjuk, mereka menuntut penutupan beberapa perusahaan tambang yang diduga melakukan pelanggaran dan merugikan negara ( 5/1/2025).

Dalam aksi yang berlangsung damai, massa menyoroti adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh tambang galian milik PT TMKI dan PT AHKSA, termasuk eksploitasi lahan negara tanpa kompensasi, penunggakan pajak, serta operasional tanpa izin yang sah, selain itu, mereka juga memprotes kenaikan harga material yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan tersebut, yang dinilai membebani pengusaha lokal.

Ketua Salam Lima Jari ( SLJ) Yuliana Margaretha menegaskan bahwa, perusahaan – perusahaan ini telah merugikan masyarakat, dan merusak lingkungan tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas.

” Banyak tambang yang masih beroperasi meskipun izinnya sudah tidak berlaku, mereka tidak membayar pajak dan tidak memberikan kompensasi yang layak, dan kami meminta tambang – tambang ini segera ditutup,” ujar Ketua SLJ.

Selain itu, para sopir truk yang ikut dalam aksi juga melaporkan adanya aktivitas pertambangan ilegal, yaitu tambang Ngayu dan Ngenjeng, yang dinilai semakin memperburuk kondisi lingkungan dan ekonomi lokal.

Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, langsung menemui para demonstran dan berjanji akan mengagendakan hearing dengan pihak terkait untuk membahas permasalahan ini lebih lanjut.

” Kami berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan, DPRD akan segera mengundang pihak – pihak terkait untuk membahas persoalan ini dalam waktu dekat ” kata Tatit di ruangan rapat DPRD kabupaten Nganjuk bersama perwakilan aksi.

Setelah mendapatkan kepastian dari DPRD, aksi ini berakhir dengan tertib, namun para demonstran menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ada langkah konkret yang diambil oleh pihak berwenang. Jika tuntutan mereka tidak ditanggapi, mereka berencana menggelar hearing pada 13 Februari 2025 untuk memastikan tambang – tambang tersebut memenuhi kewajibannya, termasuk membayar pajak dan kompensasi yang seharusnya diberikan kepada masyarakat.

( red/ gik)

Berita Terkait

Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis
Penjual Rempeyek Lilik Dapat Keringanan Angsuran, Lelang Rumah Berpeluang Ditangguhkan
HUT ke-72, RSUD Jombang Berbenah Tingkatkan SDM dan Siapkan Gedung Layanan Kanker Terpadu
MENKO PANGAN SALURKAN SATU JUTA TON BERAS KEPADA WARGA DESIL 1 – 4
Truk Parkir Liar di Exit Tol Nganjuk Masih Berulang, Polisi Tilang Sedikitnya 15 Kendaraan per Hari
Green Policing, Kapolres Nganjuk Bersama Masyarakat Tanam Pohon di Taman Pandan Wilis
Kapolres Nganjuk Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Siswa SDN Kedondong
Satresnarkoba Nganjuk Bongkar Dua Kasus Sabu, Barang Bukti 6,56 Gram Disita

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:12

Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:50

Penjual Rempeyek Lilik Dapat Keringanan Angsuran, Lelang Rumah Berpeluang Ditangguhkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:13

HUT ke-72, RSUD Jombang Berbenah Tingkatkan SDM dan Siapkan Gedung Layanan Kanker Terpadu

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09

MENKO PANGAN SALURKAN SATU JUTA TON BERAS KEPADA WARGA DESIL 1 – 4

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:58

Truk Parkir Liar di Exit Tol Nganjuk Masih Berulang, Polisi Tilang Sedikitnya 15 Kendaraan per Hari

Berita Terbaru