Ulat Jati Diburu Warga Pinggiran Hutan Saat Musim Hujan, Jadi Sumber Lauk Harian

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Warga desa yang tinggal di pinggiran hutan Kabupaten Nganjuk memanfaatkan datangnya musim penghujan atau saat daun jati mulai menghijau untuk berburu ulat jati atau kepompong yang dikenal sebagai enthung. Hasil buruan ini digunakan sebagai lauk untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

Setiap hari, sekitar 15 warga terlihat mencari kepompong ulat jati di kawasan Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi rutinitas tahunan yang hanya dilakukan pada musim tertentu.

Sebagian besar pencari enthung adalah ibu-ibu. Mereka mulai memasuki area hutan sejak pukul 09.00 WIB hingga sore hari. Para warga memilih titik pencarian berbeda-beda yang dianggap banyak enthungnya. Lokasi yang paling sering menjadi incaran adalah area di bawah daun jati yang berlubang akibat dimakan ulat.

Salah satu warga, Subana, mengatakan bahwa dirinya telah bertahun-tahun mencari enthung setiap musim penghujan. “Saya setiap tahun datang ke hutan ini. Enthung itu hanya muncul saat musim hujan saja, jadi kami harus memanfaatkan waktunya,” ujarnya.

Menurut Subana, proses pencarian enthung cukup mudah dan tidak membutuhkan alat apa pun. “Caranya sederhana. Cukup lihat daun jati yang bolong dimakan ulat, lalu di bawahnya ada daun jati kering. Kalau dibongkar, biasanya enthung ada di dalam gulungan daun kering itu,” jelasnya.

Dalam waktu sekitar tiga jam, Subana bisa mengumpulkan satu rantang penuh enthung. Ia berencana mengolah hasil buruannya tersebut menjadi oseng-oseng. “Nanti saya masak jadi oseng-oseng enthung untuk dimakan bersama keluarga,” katanya.

Subana menambahkan bahwa enthung hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum berubah menjadi kupu-kupu. “Paling lama satu sampai dua minggu saja. Setelah itu ya jadi kupu-kupu,” tuturnya. (red)

Berita Terkait

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk
Sidak Wisata Watu Lawang, Komisi III DPRD Nganjuk Soroti Kelengkapan Izin Lingkungan
Gantikan Pohon yang Berkurang di Obyek Wisata Watu Lawang, Pengelola Tanam Kembali Pohon
Korban Dugaan Penipuan di Nganjuk Capai 68 Orang, Kerugian Ditaksir Rp11,7 Miliar
Janjikan Keuntungan dari Sertifikat, Pria di Sawahan Nganjuk Diduga Rugikan Warga Rp1 Miliar
Perkuat Tata Kelola Dekranas dan PKK, Nganjuk Hadiri Rakor Regional di Jakarta
Gudang Rosok di Paron Nganjuk Terbakar, Diduga Konsleting Listrik
Angkat Pesona Desa Warisan Nusantara, Night Carnival Cubung Solid Nganjuk Berlangsung Spektakuler

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:05

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk

Kamis, 24 September 2026 - 10:21

Sidak Wisata Watu Lawang, Komisi III DPRD Nganjuk Soroti Kelengkapan Izin Lingkungan

Kamis, 24 September 2026 - 09:36

Gantikan Pohon yang Berkurang di Obyek Wisata Watu Lawang, Pengelola Tanam Kembali Pohon

Kamis, 24 September 2026 - 09:18

Korban Dugaan Penipuan di Nganjuk Capai 68 Orang, Kerugian Ditaksir Rp11,7 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 09:10

Janjikan Keuntungan dari Sertifikat, Pria di Sawahan Nganjuk Diduga Rugikan Warga Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Berita

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Pace Nganjuk

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:05