Bupati Nganjuk Naikkan Insentif RT dan RW Sebesar 50 Persen Mulai Oktober 2025 sebagai Wujud Apresiasi dan Peningkatan Pelayanan Publik

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran lembaga masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, secara resmi mengumumkan kenaikan insentif sebesar 50 persen bagi seluruh Ketua RT dan RW di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Kebijakan ini akan mulai berlaku pada bulan Oktober 2025, dengan anggaran bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD). Kenaikan insentif ini merupakan bagian dari strategi Pemkab untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat paling bawah.

“RT dan RW adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Tambahan insentif ini adalah bentuk apresiasi kami atas kerja keras mereka yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan dan ketahanan sosial di lingkungan masing-masing,”* ujar Kang Marhaen dalam keterangannya.

Kebijakan tersebut didasarkan pada Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 100.3.3.2/529/K/471.013/2025, yang merupakan perubahan atas keputusan sebelumnya mengenai penghitungan dan alokasi dana BHPRD untuk pemerintah desa tahun anggaran 2025.

Langkah ini juga sejalan dengan Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Nomor 15, yang menekankan pada peningkatan Alokasi Dana Desa (ADD) dan kesejahteraan kelembagaan desa, termasuk RT, RW, BPD/LPM, dan kader pemberdayaan.

Kang Marhaen berharap kebijakan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga mampu memacu semangat dan kinerja para pengurus RT dan RW dalam melayani masyarakat secara langsung. Dengan tambahan insentif ini, diharapkan pelayanan administratif, sosial, dan kemasyarakatan bisa semakin optimal.

“Kesejahteraan perangkat di tingkat akar rumput sangat penting. Jika mereka sejahtera dan semangat, maka program-program pembangunan akan lebih mudah sampai ke masyarakat,” tambahnya.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk sekali lagi menegaskan bahwa pembangunan dimulai dari desa, dan pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari mereka yang paling dekat dengan rakyat.

( gik)

Berita Terkait

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan
Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam
Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka
Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Bir Tabrak Motor, Mobil, dan Dua Rumah di Loceret, Dua Orang Tewas
Lantik 103 Pejabat, Bupati Nganjuk Tekankan Kinerja dan Peningkatan Pelayanan Publik
Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:07

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:20

Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:42

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:11

Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:39

Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru