Instruksi Presiden Tak Berjalan, Petani Nganjuk Sulit Jual Gabah Ke Bulog

Selasa, 18 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Panen raya padi di Kabupaten Nganjuk seharusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi para petani. Namun, kenyataannya, panen kali ini menyisakan berbagai persoalan, terutama terkait harga gabah dan kesulitan menjual hasil panen.

Meskipun Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kebijakan terkait harga gabah, petani di Nganjuk masih menghadapi kendala besar. Mereka berkeinginan menjual hasil panennya ke Bulog yang menawarkan harga Rp6.500 per kilogram. Sayangnya, Bulog sudah menutup penerimaan gabah dari petani hingga setelah Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, petani juga mengeluhkan prosedur yang rumit dalam menjual hasil panennya ke Bulog. Mereka harus menunggu tenggat waktu hingga dua minggu, padahal jadwal panen sudah ditentukan berdasarkan umur padi.

Akibatnya, petani terpaksa menjual gabahnya ke tengkulak dengan harga yang jauh lebih rendah, berkisar antara Rp5.700 hingga Rp6.200 per kilogram. Hal ini tentu merugikan mereka yang berharap mendapatkan harga terbaik untuk hasil kerja keras mereka.

Seorang petani asal Desa Patihan, Kecamatan Loceret, Warniadi, mengaku kecewa karena tak bisa menjual gabahnya ke Bulog akibat kuota yang sudah penuh. Ia menyayangkan keputusan tersebut karena masih banyak petani yang belum memanen padi mereka.

“Seharusnya pemerintah bertindak tegas jika harga gabah di bawah Rp6.500, sesuai sosialisasi yang telah disampaikan. Kami petani sangat dirugikan jika terus menjual ke tengkulak dengan harga rendah,” ujar Warniadi.

Di sisi lain, Kepala Gudang Bulog Nganjuk, Afif, dalam konfirmasinya melalui pesan WhatsApp menyebutkan bahwa Bulog Nganjuk hanya berperan sebagai gudang dan kebijakan pembelian gabah berada di bawah wewenang Kepala Divre Kediri.

Dengan kondisi ini, para petani di Nganjuk berharap ada solusi konkret dari pemerintah agar mereka bisa mendapatkan harga jual yang lebih layak dan tak lagi bergantung pada tengkulak. Mereka berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini.

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang
Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk
Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya
Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil
Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun
Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata
Warga Gampeng Ngluyu Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustasi Sakit Menahun
Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:24

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:50

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 15:59

Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54

Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 13:59

Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun

Berita Terbaru